Benteng Tjikahuripan Wariskan Wisata Historis, Peninggalan Belanda Yang Masih Kokoh

WISATA SEJARAH: Ketua DPRD Bandung Barat Rismanto saat meninjau Benteng Tjikahoeripan di Kampung Cisaroni Desa Cikahuripan Lembang. Peninggalan Belanda yang masih kokoh dan menjadi salah satu sumber ekonomi warga melalui wisata sejarah. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Sebuah bangunan bekas benteng tentara Belanda yang terletak di Blok Cisaroni Kampung Cisaroni RW 08 Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini mulai ditata oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tjikahoeripan Gebied Desa Cikahuripan.

Saat ini, jika dilihat kondisinya, benteng Belanda ini masih utuh. Dari ciri-ciri umum benteng ini mempunyai struktur bangunan yang berbentuk segi empat, yang memperlihatkan kekokohan suatu bangunan benteng.

Dengan tinggi ±10 meter, luas hingga 5.000 m2 hingga 10.000 m2, tebal dinding 1 – 1,5 meter, tebal lantai 1 – 120 meter dan mempunyai dua lantai. “Pada Lantai pertama mempunyai 4 pintu gerbang, ruangan besar, ruangan kecil, pintu penghubung antar ruangan maupun pintu keluar benteng, ±8 anak tangga, ke latai dua, dan dua tangga darurat,” papar Sigit Kamseno ketua Pokdarwis Tjikahoeripan Gebied Desa Cikahuripan, Kamis (10/9)

Sedangkan pada lantai dua, Sigit mengungkapkan, ada pintu penghubung, jendela, ruangan besar, ruangan kecil berbagai ukuran, dan ±4 anak tangga yang menghubungkan ke bagian atap benteng.

Atap benteng sendiri terbuat dari batu bata merah yang sangat kokoh dan dibuat menyerupai bukit-bukit kecil sehingga sangat ideal untuk tempat pertahanan dan sekaligus untuk mengintai lawan/musuh.

“Benteng ini dibangun bentuk memanjang dan melingkar sehingga menjadi Markas Pertahanan Militer. Benteng di Cikahuripan umumnya adalah tipe benteng yang didasari pada dikotomi geografis pedalaman, topologi budaya agraris, atau administratif (pusat kekuasaan dan daerah taklukan atau vasal). Kekuatan Bangunan benteng Belanda ini sangat kuat, karena rata-rata pondasi bangunanya menggunakan batu pada seluruh permukaan dindingnya,” bebernya.

Sementara, Dari segi warna, bangunan berarsitektur Belanda ini memiliki warna yang simple (selalu warna putih mendominasi). Ciri benteng Di Cikahuripan memiliki ciri khas tersendiri yang menunjukkan identitas suatu benteng.

Sigit menambahkan, saat ini Pokdarwis Cikahuripan, terus menata benteng tersebut agar tetap lestari dan dijadikan sebuah obejek wisata historis. “Disekitar Benteng sebagai Area Camping, bahkan area hutannya yang asri dapat di jadikan area kegiatan fun game,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, udah terdapat fasilitas umum yang dapat mendukung, diantaranya mushola, toilet kantin, tempat parkir, hiking track, area camping ground dan area out Bond. “Sebenarnya ini sebagai tempat wisata histori sekaligus tempat wisata keluarga dan cocok bagi pecinta alam yang natural,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB Rismanto mengapresiasi kerja keras dari Pokdarwis yang mengelola peninggalan sejarah yang mengedepankan kelestariannya dan menjadi sumber ekonomi warga.

“Mohon terus dipertahankan dalam mempertahankan kelestarian peninggalan sejarah, agar berkembang diharapkan dapat menjalin kerjasama yang produktif dengan berbagai pihak,” jelasnya.

DPRD akan mendorong kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat mensuport pengembangan peninggalan sejarah tersebut. “Diharapkan terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait, dan DPRD akan mendorong kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat mensuport Pokdarwis untuk tetap menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah itu,” tukasnya.(eko/sep)