Bisa Tanamkan Kebencian dan Permusuhan, KPAI Sayangkan Deklarasi Jundullah Libatkan Anak

NGAMPRAH-Sejumlah anak ikut terlibat dalam deklarasi Tentara Allah atau Jundullah yang dilakukan sekelompok jemaah di Kampung Sasak Bubur RT 04 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam video yang direkam pada Jumat, (1/1) lalu itu, orang dewasa termasuk anak-anak terlihat mengabaikan protokol kesehatan karena berkerumun dan tidak memakai masker. Bahkan, dalam video yang diunggah di YouTube, anak-anak juga disuruh memegang senjata tajam sambil diajak berjihad.

Menanggapi kejadian tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bandung Barat menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam deklarasi tersebut. KPAI juga meminta pihak terkait segera mengusutnya karena acara itu terindikasi melanggar hukum. “Aksi semacam ini bisa menanamkan hal kebencian dan permusuhan pada anak-anak. Ditakutkan, anak-anak tidak percaya pada hukum karena sejak kecil sudah diajak pegang senjata tajam dan berjihad,” kata Ketua KPAI Bandung Barat, Dian Dermawan saat dihubungi, Selasa (5/1).

KPAI, lanjut dia, tidak ingin terlalu dalam menanggapi video viral tersebut karena yang lebih berwenang mengambil sikap adalah pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pihak lainnya. “Kami hanya menyayangkan adanya pelibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut. Mengapa anak-anak diajak deklarasi, maksudnya apa? Apalagi sampai memegang senjata,” ujarnya.

BACA JUGA: Tok! Pemkab Subang Sepakat Belajar Tatap Muka Akan Dimulai, Wabup: Kita Buatkan Regulasinya

Pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait deklarasi yang dilakukan pimpinan jemaah bernama Erwan Sa’ad itu. Jika ternyata kedepannya ditemukan hal-hal menyimpang pada anak, tambah dia, KPAI tentu akan turun untuk mengembalikan mental anak pada jalur yang benar. “Akan terus kami pantau, mudah-mudahan bisa segera tuntas agar ajaran yang diduga menyimpang ini tidak semakin meluas ke wilayah lainnya,” terangnya.

BACA JUGA: Diduga Terkait Prostitusi, Berikut Kronologi Penggerebegan Artis Inisial ST dan inisial MA

Sementara itu, Ade Ali Syarifudin, salah seorang jemaah yang mengikuti acara mengungkapkan, deklarasi Jundullah atau pembentukan jemaah Tentara Allah dilaksanakan setelah warga melaksanakan shalat Jumat di Masjid Allah Sawah yang dipimpin oleh Erwan Sa’ad.

Warga Tidak Tahu

Waktu itu, Ade mengaku, Erwan meminta jemaah tidak langsung pulang. Erwan kemudian memerintahkan jemaah untuk berdiri di belakangnya. “Setelah semuanya berdiri, Ustad Sa’ad kemudian membacakan sebuah tulisan dalam kertas yang diikuti para jemaah, semua kaget termasuk saya. Ada jemaah yang minta penjelasan, tapi kata Erwan nanti setelah selesai deklarasi akan dijelaskan,” kata Ade.

Dia menerangkan, Erwan hanya datang seminggu sekali ke mesjid tersebut ketika shalat Jumat. Dalam pesan khutbahnya, Erwan hanya menyampaikan tentang semangat ibadah, tidak ada hal menyangkut tentang deklarasi Tentara Allah.”Saya, juga para jemaah kaget sekaligus panik setelah video deklarasi jemaah Tentara Allah beredar di media sosial karena dari awalnya kami tidak tahu maksud dan tujuannya,” ungkapnya.

Salah seorang warga sudah menghubungi Erwan Sa’ad untuk mengklarifikasi dan menjelaskan langsung kepada warga terkait deklarasi jemaah Tentara Allah. “Kami minta Erwan datang menemui warga untuk meminta maaf, kemarin sudah ditelpon tapi sampai hari ini kami belum bertemu. Karena Erwan pernah bicara kalau dia yang akan langsung bertanggungjawab,” tambahnya.(eko/sep)