Cegah Korona, Pemkab Anggarkan Rp 18 Miliar

Fokus Perkuat Fasilitas Kesehatan

NGAMPRAH-Pemkab Bandung Barat menyiapkan anggaran Rp 18 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, anggaran tersebut akan difokuskan untuk mendukung tindakan preventif atau pencegahan serta memperkuat fasilitas kesehatan, termasuk insentif bagi tenaga medis selama dalam periode pandemik Covid-19. “Dengan persetujuan dewan, kita mengalokasikan dana kurang lebih Rp 18 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Bandung Barat,” kata Aa Umbara, Selasa (31/3).

Sementara itu, hingga saat ini total warga Bandung Barat yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona berjumlah 5 orang, dua pasien di antaranya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan menyampaikan, warga yang dinyatakan positif Covid-19 berasal dari Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah. Dia dinyatakan positif setelah melakukan rapid test di Puskesmas pada Jumat (27/3) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Hernawan Widjajanto, mengatakan, saat ini pasien tersebut sudah mengisolasi diri di rumahnya dan kondisinya terus dipantau, termasuk dilarang melakukan kontak langsung dengan keluarganya. “Dia tidak dirawat di rumah sakit karena tidak ada gejala, sehingga bisa melakukan isolasi diri di kamar rumahnya,” ujar Hernawan.

Pihaknya tengah melakukan tracking untuk menulusuri riwayat perjalanan dan aktivitas pasien. Berdasarkan informasi awal, dia memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. “Kalau enggak salah yang bersangkutan pernah ke Inggris, tapi untuk waktunya kapan, kami belum bisa memastikan. Kami harus dalami dulu, termasuk trackingnya,” bebernya.

Pasien tersebut rencananya akan kembali dites ulang dengan menggunakan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) agar hasilnya benar-benar akurat. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dijadikan lini kedua penanganan virus korona, di antaranya RSUD Cililin, Lembang dan Cikalong Wetan.(eko/sep)