Cimahi Masuk Zona Orange Penyebaran Covid-19

Zona orange

CIMAHI-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan lima daerah masuk ke dalam zona orange atau berkategori resiko sedang penyebaran Covid-19. Ke-5 daerah itu di antaranya Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Cimahi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengaku tak mempermasalahkan dengan peningkatan status Covid-19 dari kuning menjadi orange. Bahkan pihaknya setuju agar warga lebih waspada terhadap penyebaran virus korona.

“Saya sih setuju saja, justru itu agar warga lebih waspada karena tingkat kedisiplinannya sedikit agak longgar,” kata Ajay, Selasa (21/7).

Baca Juga: Sebut Jabar Salah Data, Zona Kuning Wisata di KBB Tetap Buka

Wali kota belum bisa memastikan faktor penyebab Cimahi masuk ke dalam zona oranye karena jika melihat reproduksi kasus tidak sebanyak saat awal kemunculan Covid-19.

“Kalau melihat kasus sebetulnya tinggal sedikit. Tapi seperti kita tahu kemarin ada klaster baru di Pusdikpom dengan jumlah kasus 101 orang, jadi mungkin bisa dari situ. Makanya warga diimbau meningkatkan kewaspadaan karena status zona oranye ini,” ujarnya.

Terkonfirmasi berjumlah 12 orang

Dia menyebutkan, saat ini jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tinggal 12 orang. Mereka sedang dalam penanganan di rumah sakit maupun diisolasi secara mandiri di rumahnya. “Sekarang tinggal 12 orang lagi, mudah-mudahan tidak tambah lagi dan bisa nol kasus positif. Mudah-mudahan semuanya bisa segera sembuh,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan Pasundan Ekspres, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menerangkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya terus berkurang. Dari total 15 kelurahan, masih tersisa delapan kelurahan yang ditemukan kasus positif Covid-19. “Berarti sudah 7 (tujuh) kelurahan yang sudah nol kasus Covid-19 di Cimahi,” terang Chanifah.

Dia menyatakan, angka kesembuhan Covid-19 di Cimahi tergolong bagus, namun begitu, bukan berarti virus korona sudah bisa dikendalikan sepenuhnya. Pihaknya tetap akan lakukan pencegahan dan penanganan hingga tidak lagi ditemukan kasus baru.

“Salah satunya mengadakan swab test terhadap 600 orang setiap pekannya. Untuk sasarannya adalah warga yang terindikasi memiliki gejala Covid-19 hingga yang mengeluhkan gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit serta Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test,” tambahnya.(eko/sep)