Daging Ayam Jadi Pilihan Alternatif, Permintaan Hingga 18 Ton Per Hari

LEBIH AMAN: Warga berbondong-bondong membeli daging ayam. Dipilih karena lebih aman dari pada daging sapi yang dikhawatirkan dari daging babi. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Jelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan daging cukup melonjak. Namun Pasca penemuan kasus daging babi yang disulap jadi daging sapi, masyarakat kini berbondong-bondong beralih terhadap daging ayam.

Aisyah warga Lembang Bandung Barat, merasa cemas ketika beredar berita adanya penemuan daging babi dipasaran, meskipun di daerah Bandung Barat belum ditemukan kasus seperti di daerah lain. “Ya meskipun di Pasar terdekat saya tidak ada kasus seperti dari daerah lain, namun kita harus berhati-hati, karena oknum akan selalu ada memanfaatkan situasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Aisyah daging ayam menjadi salah satu alternatif yang baik, jika masyarakat ada ketakutan untuk membeli daging sapi, akan tetapi jika ingin mengkonsumsi daging sapi harus teliti dalam memilih daging. “Kalo menurut saya sih, jelang lebaran ini daging Ayam bisa jadi alternatif bisa di olah jadi menu apa saja,”jelasnya.

Sementara itu, pemilik CV Bintang Pamungkas perusahaan suplayer daging Ayam di Jawa Barat, Totoh Gunawan mengatakan, pasokan ayam ada peningkatan sejak ramai berita daging sapi dari daging babi. Salah satu pasar yang disuplay oleh Bintang Pamungkas adalah pasar Panorama Lembang, namun menurut Totoh di Pasar Panorama tidak ada kasus seperti halnya beredar di pemberitaan. “Permintaan ayam meningkat mencapai 18 ton per hari. Mungkin ini juga pengaruh mendekati hari Lebaran jadi kebutuhan meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, harga daging ayam di Lembang lebih murah dibandingkan dengan daerah lain di Bandung Raya. “Saat ini harga daging kisaran, Rp24.000-26.000/Kg. Mungkin didaerah lain sudah mencapai Rp.30.000,” ucapnya.

Sebelumnya di beritakan Polresta Bandung mengamankan empat pelaku pengedar daging babi yang dijual seolah-olah daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Selama setahun mereka telah menjual dan mengedarkan 63 ton daging palsu tersebut.(eko/sep)