Diundang ke Australia, Kadis LH Paparkan Kondisi Citarum

WORKSHOP: Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko menjadi salah satu undangan di acara warkshop Monas University Melbourne Australia akhir pekan kemarin. ASEP IMAM MUTTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Salah satu perguruan Tinggi di Australia, Monas University Melbourne mengundang Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Jawa Barat dan Kadis LH se-Bandung Raya pada warkshop tentang pemeliharaan lingkungan sungai Yara Australia, akhir pekan lalu. Warkshop yang digelar selama dua hari itu juga masih erat kaitannya dengan program Citarum Harum di Jawa Barat.

“Mereka ingin berbagi informasi dengan kita tentang bagaimana cara penanganan sungai hingga sungai yang mereka miliki, bersih dan terjaga lingkungannya,” kata Kadis LH Kabupaten Bandung Barat (KBB), Apung Hadiat Purwoko di Ngamprah, Senin (9/3).

Selain Kadis LH se-Bandung Raya, kata dia, pihak Monas University mengundang perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI). Pihak akademisi Australia, mengetahui betul tentang kondisi Citarum yang berada di lintasan Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat ini.
“Citarum ini dikenal mereka sebagai sungai yang terkotor di dunia sehingga ada tawaran untuk memperbaiki kondisinya,” ujarnya.

Intinya kata Apung, mereka ingin membantu dengan berbagi pengalaman tentang penanganan sungai Citarum. Pada kesempatan tersebut, mereka meminta pada perwakilan Satgas Citarum Harum, untuk memberikan gambaran tentang kondisi eksisting Citarum serta berbagai persoalannya.

“Mereka mau membantu dalam bentuk pengetahuan dengan pendekatan dari asfek teknologi, sosial budaya yang berhubungan dengan Citarum,” ungkapnya.

Selama berada di Australia, Apung menyatakan cukup terkesan dengan keterjagaan kondisi sungai dan hutannya. Hal ini pun yang menjadi harapan Satgas Citarum Harum untuk Sungai Citarum yang selama ini dinilai kotor.

“Alhamdulillah jadi punya pengalaman juga, melihat kondisi riil negeri orang. Biaya kesananya (Australia) juga sudah ditanggung pihak yang mengundang. Jadi tidak dibebankan ke APBD,” pungkasnya.(sep/ysp)