Era Digital, Pertanian Harus Berbasis Teknologi, Kepala Dinas Pertanian Baru Harus Ada Gebrakan

Kepala Dinas Pertanian
JADI NARASUMBER: Ulus Firmawan (kiri) Petani teladan asal KBB saat menjadi narasumber pada sebuah seminar di Bandung. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Setelah beberapa bulan kursi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dijabat oleh pelaksana tugas (plt), kini hasil open Bidding 2020 telah dilantik kepala dinas baru. Harapan baru pun datang dari petani untuk kemajuan pertanian di Bandung Barat.

Sosok Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan ini, sangat dibutuhkan oleh para petani. Apalagi pada kondisi Covid-19 ini dibutuhkan sosok yang yang dapat memberikan kebijakan untuk kemajuan pertanian di Era New Normal ini.

Petani Teladan Asia Pasifik asal KBB, Ulus Pirmawan mengatakan sektor Pertanian di KBB harus mengikuti perkembangan teknologi di Era digitalisasi saat ini. Hal itu agar tidak tertinggal dengan Negara yang lain. “Negara luar mayoritas sudah menggunakan alat berteknologi maju, baik itu dalam proses tanam, perawatan maupun panen. Kita juga harus melakukan hal yang sama jika tidak ingin ketinggalan,” ungkap pria berusia 45 tahun ini.

Baca Juga: Petani KBB Minta Kepala Dinas Pertanian yang Kompeten

Selain soal teknologi, Ulus juga menyebutkan untuk memajukan sektor pertanian dibutuhkan pemerataan wilayah di KBB. Artinya tidak hanya di Lembang saja, lokasi lainya pun perlu dikembangkan. “Memang Lembang sudah dikenal sebagai wilayah barometer pertanian, namun akan lebih baik jika dilakukan pemerataan di daerah lainnya seperti di wilayah selatan. Agar seluruh wilayah KBB sektor pertaniannya dapat maju dan berkembang seperti di Lembang,” lanjutnya.

Harus terus dipertahankan

Terkait terpilihnya Heru Budi Purnomo sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB yang baru, Ulus memberikan sedikit pandangan dan harapanya bagi petani di KBB. “Kita tahu bahwa Kadis yang lama sudah banyak memberi perhatian juga kepada petani. Dengan mengadakan perayaan hari untuk petani. Hal ini perlu dipertahankan, namun tetap harus ada gebrakan baru lainnya”, ujarnya.

Menurut Ulus, KBB harus sering mengikuti Event besar pertanian seperti Expo di Kota lain, karena disanalah peluang pasar yang sangat besar berada. “Saat Expo, berkumpul dari para pelaku sektor pertanian dari kota maupun Negara luar. Ini akan jadi peluang pasar yang sangat besar untuk membuat pertanian di KBB menjadi besar dan dikenal. Jika hanya berharap pasar dari dalam akan sulit berkembang,” paparnya.

Ulus mengatakan Pemerintah juga harus memfasilitasi kebutuhan para petani untuk lebih maju dan berkembang baik sarana dan prasarana. Karena di KBB banyak memiliki potensi untuk itu, seperti hidroponik contohnya baik dari sisi keahlian maupun produknya.

“Kadis baru harus punya target dalam hitungan bulan atau tahun, seperti bagaimana caranya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memunculkan komoditas potensi tiap wilayah yang bisa dikembangkan dalam skala Nasional maupun Internasional,” tegasnya.

Bagi Ulus, pemetaan wilayah sentral sayuran maupun buah-buahan perlu dilakukan. Hal itu agar bisa merata dan tiap wilayah punya keunggulan yang secara otomatis bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan objek wisata hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) KBB.(eko/sep)