Ferry Tristiato, Pemilik Wisata Floating Market : Utamakan Karyawan dan UKM

BERIKAN PERHATIAN: Fery Tristianto dampingi Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna saat meninjau objek wisata Farm House. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Memasuki New Normal, secara serentak tempat wisata di Bandung Barat mulai dibuka, dengan catatan menerapkan sistem protokol kesehatan yang berlaku.

Meskipun baru dua hari dibuka, pengunjung dari berbagai wilayah di Jawa Barat mulai berdatangan, namun bagi pengunjung dari luar Jawa Barat ditolak masuk kawasan objek wisata.

Pantauan Pasundan Ekspres, dua hari terakhir di objek wisata Floating Market lebih dari 65 kendaraan bukan warga Jawa Barat di tolak masuk. Hal yang sama juga terjadi kawasan wisata di Farm house sekitar 50 kendaraan bukan warga Jawa Barat di tolak masuk. “Jika bukan warga Jabar kami akan tolak masuk, sesuai instruksi pemerintah, dan itu demi menjaga adanya penyebaran Virus Covid-19,” ujar Pemilik Wisata Floating Market, Ferry Tristianto, Minggu (14/6).

Sementara itu, Usaha pariwisata yang dikelola oleh Ferry, Meskipun sudah dibuka, tidak serta merta meraup keuntungan. Akan tetapi bagaimana memberikan perhatian terhadap karyawannya untuk bertahan hidup dalam kondisi transisi saat ini.

Salah satu upaya Ferry agar karyawannya dapat survive adalah pembayaran upah dengan sistem harian. Setiap harinya dibayar Rp75.000. “Biar mereka bisa jalan. Karena mereka lama tidak ada pendapatan, Kasianlah kalau harus menunggu satu bulan,” ujarnya.

Bukan hanya karyawan, para pelaku UKM yang bermitra dengannya pun dibayar harian. Tujuannya adalah agar para pelaku UKM dapat memutarkan kembali pendapatnya. “Saya utamakan karyawan dulu sama UKM. Misalkan gini ya, di salah satu tempat wisata yang saya kelola misalnya pendapatan hari ini Rp25 juta, semua karyawan harus di bayar Rp12 juta. Ya saya bayarkan hari itu juga, dan UKM misalkan semuanya Rp10 juta, ya saya bayarkan juga hari itu juga, ya intinya biar mereka bisa jalan,” paparnya.(eko/sep)