Kas KONI Nol, Cabor Pertanyakan Uang Pembinaan

KONI
AUDENSI: Pengurus cabang olah raga melakukan audiensi dengan DPRD KBB, KONI KBB dan BPKD. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Pada Audensi Perwakilan Cabang olahraga (Cabor) terhadap Komisi IV didampingi Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat, terungkap dalam Kas (rekening) KONI Bandung Barat tidak ada dana untuk pembinaan Prestasi (Binpres) Cabor dan Atlet.

Sebelumnya, Beberapa cabang olahraga mempertanyakan anggaran hibah dari Pemkab Bandung Barat melalui KONI Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp10 miliar yang cair pada April 2020 lalu.

Pasalnya, Hibah yang diperuntukan pembinaan prestasi Cabor dan Atlet baru disalurkan tahap pertama, sementara Para pengurus KONI Kabupaten Bandung Barat, menjanjikan pencairan dana hibah tahap II akan diberikan pada bulan Juli 2020. Akan tetapi pada kenyataanya hingga pekan kedua bulan Agustus 2020 anggaran tidak kunjung dicairkan.

Pengurus Cabor Gantole Dadang Kardus mengatakan, dalam Audensi yang dilakukan Cabor, terkuak pengakuan bendahara dana yang seharusnya untuk kebutuhan Cabor dan Atlet tidak ada dalam rekening KONI. “Dalam rapat, sekum sama bendahara tidak bisa menjawab, Kita pertegas uangnya ada ga? Ternyata pengakuan bendahara uangnya nol, kita tidak tau ngendapnya dimana,” ujar Dadang.

Minta kepada DPRD Bandung Barat untuk mendorong KONI a

Pada akhirnya, Cabor meminta kepada DPRD Bandung Barat untuk mendorong KONI agar pencairan dana hibah tahap II untuk kebutuhan Cabor dan Atlet agar segera dicairkan. “Jadi kemarin kita meminta kepada DPRD, sok dipertanyakan kapan pencairan tahap ke II. Karena atlet dalam suasana Covid tetap berjalan latihan, Karena kita tanggung jawab ke masyarakat KBB yang memberi dana ke kita, dana hibah,” paparnya.

Sementara itu, Sekertaris Umum KONI Kabupaten Bandung Barat, Lili Supriatna membenarkan, cabor mempertanyakan kejelasan dan kepastian pencairan dana hibah tahap kedua. Saat ini laporan pertanggungjawaban pencairan tahap satu sudah dilakukan verifikasi dan pelaporan. “Untuk pencairan tahap dua sudah naik ke ketua umum dan menunggu disposisi,” ucapnya.

BACA JUGA:  Ratusan Calon Siswa SMKN 1 Cisarua Tes Bebas Narkoba

Untuk pencairan tahap dua, lanjut Lili untuk insentif atlet tidak dititipkan melalui cabor seperti tahap pertama. Akan tetapi akan membuat by name by rekening untuk menghindari wasangka dan menjaga transparansi. “KONI berinisiatif Insus akan didistribuskan bagi 970 altet melalui rekening, atas kesepakatan dengan masing-masing pengurus cabor,” jelasnya.

Dengan adanya keterlambatan ini, Lili berkilah bahwa KONI memberikan aturan terkait pencairan dana hibah. Selain itu, bahwa yang membuat pelaporan dan tanggungjawab penggunaan dana ada pada KONI. “Cabor hanya penerima manfaat karena nantinya yang melaporkan penggunaan keuangan ke BPKD dan BPK adalah KONI. Dengan begitu kami berhati-hati dalam mengucurkan dana ke cabang olahraga,” bebernya.

Minta segera dicairkan di bulan Agustus 2020

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Amung Makmur didamping Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sofyan, pihaknya berharap agar anggaran untuk kebutuhan cabor dan atlet segera dicairkan di bulan Agustus 2020 ini. Dengan adanya perubahan sistem pencairan, pihaknya menyambut baik untuk menjaga transparansi. “Saat ini atlet yang sudah memiliki rekening baru 20 persen dari keeseluruhan atlet yang bernaung di bawah KONI,” ucapnya.

Amung juga mendorong agar hak-hak cabor dan atlet segera dicairkan secepatnya. Mengingat sejauh ini ada keterlambatan pencairan dari jadwal yang sudah disepakati bersama, yang disebabkan adanya perobahan mekanisme pencairan.

Diketahui berdasarkan data yang dihimpun oleh Pasundan Ekspres sejauh ini anggaran tersebut baru dicairkan untuk kebutuhan sekitar Rp3 miliar, sehingga masih ada saldo sekitar Rp7 miliar yang belum terserap oleh cabor dan atlet. Masing-masing anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran tahap pertama Insus sebesar Rp825 juta, Pembayaran insentif Pelatkab dan Pelatda PON sebesar Rp970 juta dan Dana Operasional Cabang Olahraga (DOP) sebesar Rp1,2 miliar.

BACA JUGA:  Lumpuhkan Pelaku Curanmor, Polisi Tembak Kaki Agus yang Berusaha Kabur

Dana Hibah KONI KBB Rp10 M

Pencairan Tahap Pertama Rp3 miliar

Saluran Anggaran
Pembayaran tahap pertama Insus sebesar Rp825 juta
Pembayaran insentif Pelatkab dan Pelatda PON sebesar Rp970 juta
Dana Operasional Cabang Olahraga (DOP) sebesar Rp1,2 miliar. (eko/vry)