Kelestarian Alam Batu Lonceng Jadi Daya Tarik Turis Mancanegara

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES HIDUP RUKUN: Warga Kampung Batu lonceng kompak dengan masih memegang erat nilai-nilai agama yang terwujdu dalam gotong royong, tepo saliro dan ramah.

LEMBANG-Kampung Batu Lonceng Desa Suntenjaya, akan menjadi salah satu daerah di Lembang yang akan menarik turis mancanegara. Pasalnya, Batu Lonceng masih memiliki potensi budaya dan alam yang masih perawan.

Ketua RW 10 Batu Lonceng, Ana Ruslia mengatakan, sebelum adanya wabah covid-19, banyak turis mancanegara yang sengaja mempelajari budaya atau mengikuti kegiatan warga setempat. “Alam batu lonceng ini anugrah bagi kami, alamnya asri, warganya masih memegang nilai nilai agama yang diwujudkan dalam budaya kehidupan seperti gotong royong, tepo saliro dan ramah,” ujar Ana kepada Pasundan Ekspres, Selasa (3/11).

Ana mengajak kepada warga agar warga harus saling jaga dan menjaga serta melestarikan alam. Karena hal itu bagian dari ibadah dan memberikan warisan kepada anak cucu yang tak ternilai harganya.

Selain itu, Ana berharap, semua warga agar tetap  rukun saling menghargai. Potensi alam dan budaya warga dapat dijadikan aset, yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warganya. “Budaya bangsa Indonesia adalah budaya luhur, merupakan perwujudan nilai-nilai agama, harus kita terapkan di kampung kita yang asri ini, dan ini dapat menjadi aset lokal, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga,” paparnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Batuloceng, Ust. Herman membenarkan bahwa masyarakat Batuloceng masih memegang erat nilai nilai gotong royong.

Ia berharap, bersama warga dan tokoh masyarakat lainnya terus dapat menjaga nilai-nilai tersebut sebagai nilai kehidupan yang bersumber dari Agama. “Saya berharap kita terus mempererat tali silaturahmi dan mengaplikasikan nilai nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.(eko/sep)