Kemampuan Managerial jadi Penyebab Kegegalan Wirausaha

CIMAHI-Usaha kuliner memiliki peluang bisnis yang masih menggiurkan ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) ini. Termasuk untuk memulihkan ekonomi yang ikut terpapar Covid-19.

Untuk itu, Pemkot Cimahi mulai konsen memberikan pelatihan kepada masyarakat perihal bisnis kuliner. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna usai membuka kegiatan Pelatihan Keterampilan Teknis Berbasis Potensi Kewilayahan tingkat Kelurahan Cimahi tahun 2020 di Aula Kelurahan Cimahi, kemarin.

“Kita berikan penambahan wawasan, pengetahuan. Banyaknya tentang kuliner,” kata Ajay.

Menurut Ajay, berdasarkan data Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, dari 3.000 usaha ultra mikro dilaporkan sebanyak 507 terdampak, dari 1.901 usaha mikro dilaporkan 444 yang terdampak, dan dari 259 koperasi dilaporkan 50 terdampak.

Ia berharap pelatihan ini bisa menumbuhkan kembali perekonomian di Kota Cimahi. Dimana hasil dari pelatihan ini bisa diaplikasikan oleh para peserta dari semua kelurahan. “Kami harapkan nantinya ada transaksi ekonominya dari hasil pelatihan ini,” ujarnya.

Diakui Ajay, Covid-19 saat ini, banyak  yang terkena dampak, termasuk pelaku usaha di Kota Cimahi. Selain kondisi pasar, daya beli yang rendah sehingga penjualan menurun selama pandemi ini menyebabkan banyak pelaku usaha di Kota Cimahi yang mengalami goncangan. “Disamping kondisi pasar, daya beli yang rendah sehingga penjualan menurun selama pandemi ini. Ada juga hal-hal yang menyebabkan kegagalan yang dialami oleh pengusaha kecil dan menengah,” terang Ajay.

Penyebab kegagalan tersebut antara lain, pengelolaan uang karena kurang memahami mekanisme dan kaidah pengelolaan akuntansi yang baik dan benar, pengelolaan usaha dan manajemen, ketidak efisienan dalam tata kelola dan pemetaan proses bisnis perusahaan kompetensi.

Penyebab lainnya adalah ketidaksepadanan antara kemampuan yang dimiliki dengan jenis usaha yang digeluti, kesulitan untuk mendapatkan akses kredit terhadap dunia perbankan, serta kurang jeli dalam menentukan pangsa pasar yang hendak dituju. “Serta ketidak cermatan dalam penentuan status badan hukum, dan badan lembaga usaha. Untuk menghindari penyebab kegagalan tersebut, maka dibutuhkan kemampuan manajerial yang cukup,” beber Ajay.

Untuk itu, sambung Ajay, dibutuhkan juga beberapa langkah untuk menjadi wirausaha yang sukses yaitu, memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju, sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut. “Inisiatif dan selalu proaktif, ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Ajay, wirausaha juga harus berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik, dari pada prestasi sebelumnya. Selain itu mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi, dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. “Yang tak kalah pentingnya dari seorang wiraswasta adalah berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu,” katanya.

Menurut Ajay, jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang.”Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya, benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan,” tuturnya.(eko/sep)