Langka, Stok Masker dan Hand Sanitizer Kosong

LARIS: Salah satu penjual masker yang laku keras saat maraknya isi virus corona. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Penjual Masker Rina (22) mengatakan, untuk masker saat ini sedang diburu masyarakat, baik pengendara ataupun orang rumahan. Saat ini, perharinya masker habis terjual. Padahal biasanya sebelum adanya muncul virus corona, masker sangat jarang dibeli, paling hanya dibeli paramedis ataupun tukang bangunan. “Sangat laris. Biasanya siang hari sudah habis yang beli sangat banyak,” ujarnya.

Harga per masker, Rina menuturkan, dihargai Rp1.000 bahan biasa, sedangkan bahan kain per maskernya dihargai Rp3.000. “Saat ini, banyak pedagang yang menaikan harga masker, apalagi seiring banyaknya yang berdagang di jalanan,” ungkapnya.

Pedagang lainnya Rohman (40) mengaku sengaja menjual masker di SPBU Rawabadak pada pagi hari dan terjual habis. Banyak pengendara yang mengisi bensin di SPBU dan membelinya. “Pernah 7 boks masker habis dalam waktu 3 jam saja. Ini berkah juga,” tandasnya.

Sementara itu, stok cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di sejumlah toko modern di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat kosong. Diduga, tidak adanya stok barang ini akibat aksi borong masyarakat pasca pemerintah mengumumkan adanya dua WNI yang terjangkit virus corona di Depok.

Rini Susanti (27) salah seorang konsumen mengaku terpaksa berkeliling ke sejumlah toko modern dan apotik untuk membeli sebotol cairan pembersih tangan. Namun, barang yang dicari sulit didapat.

“Kemarin sudah keliling mencari di tujuh minimarket, ritel, hingga apotek tapi barangnya enggak ada,” kata Rini, Selasa (3/3).

Rini tak menyerah, ia akhirnya memesan cairan pembersih tangan di toko online meski harganya lebih mahal. “Baru malam harinya dapat, tapi harganya naik dua kali lipat. Biasa harga normalnya Rp14.900 untuk ukuran 55 ml, menjadi Rp30.000,” bebernya.
Rini mengatakan, dirinya membeli cairan pembersih tangan karena takut terpapar virus corona. Terlebih, virus yang awalnya mengerang warga China itu sudah masuk ke Indonesia.

“Setiap minggu rutin beli. Tetapi karena setelah lihat di TV, corona sudah menyerang warga Depok jadi saya berpikir buat nyetok barang. Eh ternyata di semua toko barangnya sudah habis,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yaitu seorang wanita usia 31 dan ibunya berusia 64 tahun di Depok positif terjangkit Covid-19.

Menurut Jokowi, dua WNI tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.(ygo/eko/vry)