Menunggak Dua Bulan, Pegawai UPT Kebersihan Baru Terima Gaji Satu Bulan

KEMBALI BEKERJA: Petugas kebersihan kembali bekerja setelah sempat mogok. Hal itu dipicu tunggakan gaji mereka yang belum dibayar selama dua bulan. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

Pelayanan Kebersihan Dipastikan Normal

BANDUNG BARAT-Sempat diwarnai oleh aksi mogok kerja, para pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat akhirnya menerima gaji mereka yang tertunggak. Pelayanan untuk pengangkutan sampah pun dipastikan akan berjalan dengan normal.

“Setelah berulang kali dirapatkan, kami bersyukur pelayanan kebersihan sudah berjalan lagi dari pukul 13.30 WIB tadi. Gaji buat pegawai TKK sudah dicairkan. Selanjutnya saya sudah langsung membagikannya. Malah, bukti transfer dana juga kami lihatkan kepada para pengemudi,” kata Pelaksana Tugas Kepala UPT Kebersihan KBB, Rudi Kuntadi, saat dihubungi, kemarin.
Meski begitu, dia menyebutkan, gaji yang sudah dibagikan itu baru untuk pembayaran bulan September. Sementara tunggakan gaji untuk pegawai TKK UPT Kebersihan ialah sebanyak dua bulan, termasuk untuk bulan Oktober. Total gaji TKK yang dibayarkan untuk 197 karyawan buat satu bulan itu ialah sebesar Rp401.500.000.

“Itu buat gaji September, karena gaji Oktober baru besok mau diajukan oleh tim anggaran pemerintah daerah. Namun, karena Kepala Dinas (Lingkungan Hidup) lagi tugas ke luar kota, jadi belum ada yang menandatanganinya,” katanya.

Dia berharap, nota dinas pengajuan gaji pegawai TKK untuk bulan Oktober dapat diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah pada awal November. Dengan demikian, selambat-lambatnya pada pertengahan November gaji tersebut dapat dibagikan.

“Sebetulnya tadi pagi juga ada tiga unit kendaraan yang berjalan, yaitu yang ke Lembang, Parongpong, dan Ngamprah. Armada lainnya baru jalan siang, tapi pengangkutan sampah secara optimal kemungkinan baru besok. Itu sudah jadi komitmen para sopir,” terangnya.

Rudi menambahkan, anggaran untuk biaya operasional pengangkutan sampah juga sudah dicairkan. Selama beberapa hari ke belakang, biaya operasional buat bahan bakar armada sampah menggunakan sisa saldo yang belum terpakai pada bulan sebelumnya.

“Buat operasional juga sudah ditransfer buat ke pom bensin. Untuk dana operasional itu, kalau dalam satu bulan tidak habis, saldonya masih bisa dipakai buat bulan berikutnya. Intinya, dalam hari-hari yang kemarin itu buat operasional pakai sisa saldo di pom bensin,” katanya.

Dia menyebutkan, dana operasional tersebut sudah ditransfer ke pom bensin di Cipatat sebesar Rp 179.681.000 dan pom bensin di Padalarang sebesar Rp 49.974.800. Selama ini, pengisian bahan bakar armada sampah kebanyakan dilakukan di Cipatat, karena dilalui oleh semua truk buat ke tempat pembuangan akhir sampah Sarimukti.

“Nah, buat ke depan, (kalau di APBD murni) anggarannya buat sembilan bulan, pasti terjadi permasalahan lagi. Makanya, buat tahun anggaran 2019, kami mengusahakan biar gaji buat karyawan itu langsung dianggarkan 13 bulan, dan untuk biaya operasional itu 12 bulan sekaligus,” tukasnya.(eko/din)