Ngeri, Akibat Pendemi 5.700 Buruh di KBB Kena PHK

NGAMPRAH-Sekitar 5.700 buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan, selama pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, kebanyakan perusahaan yang melakukan PHK merupakan perusahaan industri tekstil atau pabrik yang saat ini kelimpungan mencari pemasukan untuk membayar gaji pegawai karena menurunnya omzet. “Data pekerja formal yang kena PHK terdampak Covid-19 sebanyak 5.700-an orang. Angka itu bisa saja bertambah, saat ini kita juga masih melakukan pendataan perusahaan yang melakukan PHK,” ungkapnya.

Iing meminta kepada perusahaan yang melakukan PHK terhadap buruhnya agar memenuhi pesangon dan tunjangan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Perusahaan wajib memberikan tunjangan disesuaikan dengan ketentuan saja. Kalau tidak, sesuai aturan sudah ada sanksinya. Paling penting harus ada perjanjian antara pengusaha dan pekerja,” ujarnya.

Perusahaan Wajib Beri Pesangon

Pandemi Covid-19 ini juga berdampak pada pekerja informal dan pelaku atau pekerja UMKM. Kebanyakan UMKM terpaksa gulung tikar karena menurunnya pesanan sehingga membuat pemasukan pelaku UMKM berkurang drastis. “Pekerja informal itu seperti ojol, pekerja bangunan, pertanian, buruh rumah tangga, pelaku seni, dan semacamnya juga terdampak. Karena kebanyakan menurun dari segi orderan,” terangnya.