PAD Kabupaten Bandung Barat Bisa Capai Rp1 Triliun

KOMPAK: Bupati Aa Umbara dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan saat mengikuti kegiatan gema pramuka, beberapa waktu lalu. ASEP IMAM MUTTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Pemkab Bandung Barat manargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 bisa mencapai Rp1 triliun.
Target itu bisa tercapai, apabila semua potensi PAD dari berbagai sektor yang dimiliki KBB bisa dioptimalkan dengan baik.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, target PAD Rp 1 triliun bisa tercapai apabila semua potensi pendapatan dari berbagai sektor bisa dioptimalkan dengan baik. Sehingga setiap potensi itu bisa menghasilkan pendapatan yang masuk ke kas daerah.

“Jika semua sektor yang berpotensi menyumbang pendapatan itu bisa optimalkan, saya yakin PAD bisa bertambah dan target PAD Rp1 triliun itu bisa dicapai,” kata Aa Umbara kepada Pasundan Ekspres, beberapa waktu lalu.

Selain sektor pertanian, perdagangan dan industri, sejumlah sektor yang bisa dioptimalkan menjadi PAD, diantaranya dari sektor wisata, jasa dan pelayanan. Bahkan, jika ketiga potensi ini dikelola dengan baik, akan sangat berdampak positif terhadap perekonomian di KBB.

“Potensi pendapatan di Bandung Barat ini cukup tinggi, dari sektor pariwisata saja itu masih banyak yang belum dioptimalkan. Seperti sejumlah destinasi wisata yang hingga saat ini belum dioptimalkan secara baik, padahal itu bisa memberi pendapat untuk kas daerah,” ungkapnya.

Hal berbeda diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) KBB, Asep Sodikin. Menurut Asep, PAD tahun 2019 ditargetkan bisa mencapai angka Rp450 miliar. Hal itu sesuai arahan dan target Bupati bahwa PAD tahun 2019 harus lebih meningkat dan mampu menggali potensi baru.

“Kami optimis target bisa tercapai karena potensinya ada. Pesan pak bupati setiap yang berinvestasi di Bandung Barat harus menghasilkan PAD bagi pemerintah daerah,” kata Asep.
Dia mengklaim realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2018 surplus hingga Rp25 miliar. Dari target PAD sebesar Rp375 miliar, pencapaian hingga akhir tahun ini terealisasi diangka Rp400 miliar.

BACA JUGA:  Peduli Warga Terdampak Covid-19, FIFGROUP Cabang Lembang BagikanĀ  Sembako

“Untuk PAD tahun 2018 mencapai target, bahkan surplus Rp 25 miliar,” ungkapnya.

Beberapa faktor mempengaruhi tercapainya PAD. Sebut saja mulai dari bertambahnya potensi pendapatan hingga memaksimalkan penarikan piutang sejumlah pajak.
“Tiap tahun ada tambahan potensi pendapatan. Termasuk untuk piutang pajak juga kita kejar terus, seperti beberapa waktu lalu ada sejumlah restoran yang menunggak kita berikan peringatan dan bisa tertarik piutangnya, dampaknya target juga bisa tercapai,” terangnya.

Lebih lanjut Asep menjelaskan pendapatan terbesar pendapatan dari sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Untuk tahun ini, pendapatan dari BPHTB ditargetkan 102 miliar bisa tercapai.

“PAD itu bersumber dari dua sektor mulai dari pajak dan retribusi. Khusus yang Rp400 miliar itu hanya bersumber dari pajaknya saja. Karena pajak ini banyak jenisnya seperti pajak parkir, hiburan, PBB, BPHTB dan lainnya,” pungkasnya. (sep/din)