Pedagang Pasar Panorama Minta Bupati Cabut Penutupan Pasar

TINJAU LANGSUNG: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna saat menijau langsung pelaksanaan penerapan PSBB di Pasar Panorama Lembang.

BANDUNG BARAT-Pedagang Pasar Panorama Lembang Kabupaten Bandung Barat meminta bupati mencabut rencana menutup seluruh aktivitas pasar, Minggu (26/4).
Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna memberi tenggat waktu selama 3 hari kepada pedagang maupun pembeli untuk mematuhi anjuran jaga jarak (physical distancing).

Jika masih diabaikan, dia mengancam bakal menutup pasar menyusul adanya sejumlah pelanggaran selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kami mohon jangan sampai ditutup, mata pencaharian kami hanya dari pasar ini, kalau ditutup mau cari makan dari mana,” kata seorang pedagang Pasar Panorama, Maman.

Diakuinya, pasar menjadi tempat paling rawan penyebaran virus korona. Tetapi pemerintah juga harusnya mengerti jika tidak semua masyarakat mengabaikan anjuran jaga jarak (physical distancing). “Nanti juga di awal bulan puasa, pengunjung pasar bakal berangsur turun, nanti naik lagi jelang lebaran. Trennya selalu begitu tiap tahun. Coba lihat sekarang, pengunjungnya enggak seramai seperti hari kemarin,” tuturnya.

Sementara itu, suasana ngabuburit di wilayah Lembang pada hari pertama puasa cukup sepi. Tampaknya, sudah banyak masyarakat yang mematuhi anjuran pemerintah agar tetap berada di rumah.

Sejumlah kawasan yang biasanya dipadati pedagang kaki lima (PKL) untuk menjajakan jajanan berbuka puasa seperti di alun-alun dan depan kawasan Pasar Panorama kini sama sekali tidak ada.

Namun begitu, polisi dibantu petugas Dinas Perhubungan tetap mengadakan patroli untuk mengingatkan masyarakat yang masih berada di luar agar segera pulang ke rumah. “Kami imbau bila membeli makanan agar segera dibawa ke rumah. Dilarang untuk menyantap makanan di lokasi,” kata Kapolsek Lembang, Kompol Sarche Christiati Leo Dima.

Sebelumnya, Sehari menjelang bulan puasa, masyarakat memadati pasar tradisional Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat untuk berbelanja kebutuhan pokok, Kamis (23/4).

Walaupun ada anjuran jaga jarak (physical distancing) untuk mencegah penyebaran virus korona, namun hal itu tak terlalu digubris. Beberapa kali petugas kepolisian dibantu Satpol PP menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat menjaga jarak serta tidak bergerombol.

Seusai memantau kondisi pasar, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna terlihat kecewa karena pasar masih terlalu ramai oleh pengunjung. Padahal pemerintah telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Kalau besok, lusa masih seperti ini, Senin mendatang seluruh pasar tradisional ditutup. Supaya apa? Supaya PSBB berhasil, kalau berhasil berarti virusnya enggak menyebar lagi, yang untung nanti rakyat, masyarakat,” kata Aa Umbara.

Dia menyatakan, hari ini pihaknya masih memberikan toleransi kepada pedagang maupun pembeli di pasar. Tetapi jika kejadian ini kembali terulang, bupati mengancam menutup semua pasar tradisional di Bandung Barat. “Karena memang besok mau shaum, sekarang kita toleransi lah. Tapi kalau besok sampai Sabtu atau Minggu misalnya masih ramai, ya terpaksa seluruh pasar kita tutup,” ujarnya.

Bupati meminta pengelola pasar dibantu kepolisian, TNI serta Satpol PP segera mencari solusi agar aturan PSBB benar-benar diterapkan pedagang maupun pengunjung pasar. Termasuk juga pengaturan keluar masuk kendaraan. “Sebenarnya physical distancing bisa dijalankan asalkan pedagang memiliki niat. Kalau terus begini, polisi, TNI serta Satpol PP harus selalu ada,” jelasnya.(eko/sep)