Pegiat Seni dan Jasa Hiburan Tunggu Kejelasan Perizinan

jasa hiburan
PERTUNJUKAN: Komunitas Badut Nyentrik Bandung Cimahi saat menghibur siswa sekolah di salah satu SD sebelum masa pandemi covid-19. EKO SETONO/PASUNDAN EKSPRES

Pemerintah Diminta Segera Putuskan Pelonggaran

BANDUNG-Sudah hampir tiga bulan menganggur akibat pandemi Covid-19, penyedia jasa hiburan menunggu kejelasan dari pemerintah soal kapan bisa diizinkan kembali menjalankan bisnisnya.

Adanya pandemi virus korona mengharuskan pembatasan aktivitas diluar rumah menyebabkan beberapa kegiatan yang mengumpulkan orang banyak tidak bisa dilakukan, salah satunya hiburan badut.

“Walaupun masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sudah berjalan, kami belum bisa kembali menjalankan bisnis menghibur masyarakat,” kata Hendayana dari kelompok Komunitas Badut Nyentrik Bandung Cimahi (Necis), Senin (29/6).

Baca Juga: Penyedia Jasa Hiburan Pernikahan Terkena Dampak Covid-19

Hendayana mengatakan, sejak pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat hingga sekarang, pihaknya kehilangan pendapatan dari kegiatan menghibur acara ulang tahun anak-anak, festival dan lain-lainnya.

Padahal saat kondisi normal, pekerja jasa hiburan badut bisa mendapat penghasilan cukup, bahkan di atas rata-rata. “Sebelumnya, kita biasanya mendapat Rp9 juta dalam sebulan tapi sekarang nyaris tidak dapat apa-apa. Pandemi virus korona sangat memukul pelaku jasa hiburan yang menjadi sumber pendapatan utama kita,” ucapnya.

Adakan kegiatan bakti sosial

Sembari menunggu kejelasan, dia mengaku, anggota komunitas Necis rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial seperti hiburan badut gratis bagi anak melalui media sosial, trauma healing dalam seminggu sekali, hingga bakti sosial dengan memberikan sumbangan berupa pakaian layak, alat tulis, mainan dan sembako bagi warga terdampak Covid-19.

“Disela-sela menghibur anak-anak, kami selipkan edukasi kepada mereka agar selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ungkapnya.

Kendati pendapatan selama ini tak menentu bahkan mengalami penurunan drastis, Hendayana tak menampik jika perekonomian keluarganya masih tertolong dari para orangtua anak yang menonton hiburan badut gratis.

“Kita memang tidak memungut biaya, tapi para orangtua yang anaknya terhibur sering memberikan uang pulsa buat kita. Alhamdulillah, bisa sedikit tertolong untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Mewakili para penyedia jasa hiburan, pihaknya memohon kepada pemerintah segera memutuskan kapan dimulai pelonggaran usaha bagi sektor hiburan yang menghadirkan banyak orang.

“Apabila sudah dibebaskan, kita pasti akan menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat. Tentunya, kami sangat bersyukur jika sudah diizinkan, sebab tak sedikit orang yang menggantungkan nasibnya pada bidang usaha ini,” jelasnya.(eko/sep)