Pengelolaan Arsip Masih Berantakan, Rencanakan Bangun Depo Arsip Tahun Depan

PANTAU KINERJA: Bupati Bandung Barat, Aa Umbara berkeliling beberapa kantor OPD di Ngamprah, Jumat (19/10). EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT-Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyoroti pengelolaan arsip yang belum baik di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Oleh karena itu, dia berencana melanjutkan pembangunan depo arsip pada tahun depan.

“Kami lihat arsip, hampir seluruhnya berantakan. Itu kan cukup mengganggu kenyamanan bekerja para pegawai. Kami sudah mau buat depo arsip pada 2019, kami sudah menganggarkannya,” kata Umbara usai berkeliling ke beberapa kantor OPD di Ngamprah, Jumat (19/10).

Menurut dia, pada tahun depan pembangunan depo arsip bakal dilanjutkan, agar seluruh OPD bisa lebih tertib administrasi. Arsip-arsip, kata dia, tidak semestinya dibiarkan menumpuk di kantor-kantor OPD, karena masih ada arsip yang aktif.

Selain itu, menurut dia, penumpukan arsip juga dapat mengganggu kinerja pegawai. Setelah memiliki gedung pemerintah yang bagus, dia menilai bahwa isi di dalam gedung pun sepatutnya dalam keadaan yang baik. Oleh karena itu, sarana dan prasarana di perkantoran bakal terus dibenahi.

“Peningkatan kinerja pegawai itu harus didukung dengan sarana dan prasarana, kami sudah ditunjang dengan gedung yang bagus, representatif kan? Namun, masih ada sarana prasarana yang memang belum optimal, karena mungkin sudah lama. Kenyamanan bekerja juga kan menentukan kinerja pegawai,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KBB Euis Suryati menuturkan, depo arsip yang selesai dibangun pada tahun lalu saat ini sudah dimanfaatkan untuk penyimpanan arsip. Akan tetapi, gedung arsip saat ini memang belum cukup untuk menampung seluruh arsip pemerintah.

“(Arsip di kantor OPD) itu sudah ditarik, tapi tidak bisa jadi sampah. Soalnya, ada jadwal retensi arsip. Namun, bukan berarti sampah yang menumpuk di OPD itu harus diambil semua. Jadi, ada aturan buat memilah dan memilih, tidak semua sampah dimasukan ke depo arsip. Selebihnya harus dimusnahkan sesuai dengan jadwal retensi arsip,” katanya.

BACA JUGA:  200 Keluarga Penerima Manfaat BPNT Lakukan Pembelian Kebutuhan di Agen 46 Bintang Pamungkas

Dia menyatakan, pembangunan gedung depo arsip sebetulnya direncanakan memiliki empat lantai. Akan tetapi, pada pembangunan tahun lalu baru selesai satu lantai. Oleh karena itu, dia berharap pembangunannya dapat dilanjutkan kembali pada tahun depan. Minimal dibangun lantai kedua, atau kalau memungkinkan sekaligus sampai lantai empat.

“Saya pribadi sih ingin langsung dibangun empat lantai, supaya semua arsip bisa dimasukan. Di dalam detail engineering design, depo arsip itu direncanakan empat lantai. Kalau langsung diselesaikan empat lantai, ya sudah, seluruh arsip bisa tertangani. Sampai desa pun, bisa kami tarik,” katanya.

Euis mengatakan, pihaknya pun telah berupaya melakukan pembinaan pegawai agar dapat melakukan tata kelola arsip dengan baik. Pembinaan dilakukan dari mulai pegawai di OPD sampai di pemerintah desa. “Terakhir, kami melaksanakan di enam titik di daerah selatan. Di samping itu, kami juga memberikan boks arsip,” ujarnya.

Bahkan, dia menambahkan, dengan surat keputusan bupati, telah diselenggarakan lomba pengelolaan arsip. Arsip di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Satpol PP dan Damkar, serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dinilai sudah terkelola dengan baik. “Lomba itu minimal buat memotivasi, biar OPD lain ikut mengelola arsipnya dengan baik,” pungkasnya.(eko/din)