Penuhi Stok, Akabri Gelar Donor Darah

Akabri
PANTAU: Komandan Pusdik Ajen Kodiklat TNI AD, Kolonel (CAJ) Ridwan tengah memantau kegiatan donor darah. EKO SETONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG–Para alumni Bima Cakti Akabri 1995 melaksanakan aksi bakti sosial dengan menggelar aksi donor darah di Aula Parahyangan Pusdikajen Kodiklatad Lembang, kemarin.
Komandan Pusdik Ajen Kodiklat TNI AD yang juga Alumni Akabri 95, Kolonel (CAJ) Ridwan mengatakan, jelang acara puncak reuni perak Akabri 95, sudah dilangsungkan berbagai kegiatan bakti sosial di wilayah Bandung Raya.

Sedangkan acara puncak sendiri akan dilangsungkan secara virtual di dua lokasi, yakni Resimen Induk Kodam (Rindam) III Siliwangi dan Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdikku) Kodiklat TNI AD.

Ridwan mengungkapkan, untuk kegiatan pembagian sembako sudah dibagikan sebanyak 1.400 paket yang langsung dibagikan oleh perwakilan alumni dari angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut dan kepolisian. “Sembako diantarkan langsung ke penerima yang sudah ditentukan panitia. Selain itu pembagian sembako juga dilakukan di depan Gedung Sate,” ungkapnya.

Selain pembagian sembako, lanjut Ridwan, para alumni juga menggelar aksi donor darah yang dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama, donor darah dilangsungkan pada Kamis dan Jumat (23/7) yang diikuti 280 pendonor, di Pusat Pendidikan Perbekalan Angkutan (Pusdik Bekang) Kodiklat TNI AD, Kota Cimahi.

Selanjutnya, aksi donor darah dilaksanakan di Pusdik Ajen Kodiklat TNI AD pada (24/7) yang diikuti sebanyak 115 orang pendonor dan jumlah labu darah yang bisa diambil sebanyak 80 buah. “Diharapkan dengan kegiatan bakti sosial di tengah pandemi Covid-19 ini, kami sebagai alumni Akabri 95 bisa berbagi dan berpartisipasi dalam memenuhi ketersediaan darah, terutama bagi mereka yang tengah menjalani perawatan medis,” jelas Ridwan.

Dimasa pandemi Covid-19 pendonor turun 60%

Kepala Bidang Pengadaan Darah, PMI Kota Bandung, Wahyu Suryawijaya menyatakan, kegiatan donor darah dalam pandemi Covid-19 memang sangat terkendala, dan itu berdampak terhadap ketersediaan darah. Sampai saat ini jumlah pendonor mengalami penurunan sebanyak 50 persen hingga 60 persen.

BACA JUGA:  Lalulintas  Lembang-Subang  Macet Panjang, Ternyata Ini Penyebabnya

“Kalau pun ada kegiatan donor darah prosesnya cukup lama karena harus menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat yang akan mendonorkan darahnya juga takut untuk datang,” katanya.

Dalam mengatasi masalah ini, Ketua PMI Pusat Yusuf Kalla menghimbau pada setiap kepala staf angkatan dan Polri untuk membantu dengan menggelar kegiatan donor darah. Sejauh ini di kesatuan TNI dan Polri di wilayah Bandung sudah melaksanakan tiga kali kegiatan donor darah. “Kegiatan ini sangat membantu sekali bagi masyarakat/pasien yang membutuhkan labu darah untuk keperluan menjalani operasi,” jelas Wahyu.

Wahyu tidak memungkiri kebutuhan ketersediaan darah sangat besar. Pasalnya, ketersediaan darah minimal 2 persen dari jumlah penduduk. Dia mencontohkan untuk Kota Bandung kebutuhan ketersedian darah sebanyak 500 labu darah per harinya.

Akan tetapi saat ini hanya terpenuhi sekitar 300-400 labu darah, itu pun pasien harus membawa donor sendiri yang darahnya sesuai dengan golongan darah yang bersangkutan. “Kalau sekarang dapat persediaan darah, habis hari ini juga. Untuk memenuhi kebutuhan besok harus nunggu besoknya lagi,” bebernya.

Untuk itu, Wahyu menghimbau seluruh rumah sakit untuk menunda tindakan medis yang sekiranya bisa ditunda. Lain halnya, dengan tindakan darurat seperti kecelakaan, kelahiran yang harus mendapatkan penanganan segera.(eko/sep)