Penyembelihan Hewan Kurban, Emil: Perhatikan Protokol Kesehatan

Tapi, harus jaga jarak minimal satu meter dan panitia harus sudah pastikan protokol kesehatan diterapkan,” ucapnya. “Sementara untuk anak-anak dan lansia direkomendasi tidak ikut dulu untuk menjaga kemanaan dan kesehatan,” tambahnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rahmat Syafei mengatakan, guna menghindari kerumunan, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap. Sebab, pelaksanaan penyembelihan dapat dilakukan selama empat hari pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah.

“Dalam kondisi sekarang (pandemi Covid-19), MUI mengimbau dan memang harus mengikuti protokol kesehatan. Penyembelihan harus sesuai syariat. Jangan ada kerumunan saat penyembelihan,” kata Rahmat.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail mengatakan, pihaknya intens mengawasi hewan kurban di tempat penjualan hewan. Pertama, DKPP Jabar sudah melaksanakan vaksinasi antraks dan menyiapkan sekitar 27.000 vaksin antraks.

“Kedua, kami melaksanakan pengawasan. Pengawasan jalur masuk hewan dari luar provinsi di daerah Cirebon, Banjar, dan Kabupaten Bogor. Kami memperketat kedatangan asal hewan kurban dari luar provinsi Jabar,” ucapnya.

Menurut Jafar, DKPP Jabar akan melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Iduladha. Selain itu, kata Jafar, pihaknya memberikan informasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) soal tata cara penyembelihan hewan di tengah pandemi. “Untuk hewan kurban yang layak untuk dikurbankan nanti akan diberikan kalung telah lulus dari pemeriksaan,” ucapnya.

DKPP Jabar menurunkan 735 petugas dan 40 dokter hewan untuk melaksanakan pengawasan hewan kurban. Kemudian, DKPP Jabar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Penjualan hewan kurban di lapangan hanya diperbolehkan di daerah yang level kewaspadaan Covid-19 berada di zona hijau dan biru (level 1 dan 2).

Itupun dapat dilakukan jika mendapat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat. Sedangkan, untuk daerah zona kuning, merah, dan hitam (level 3, 4, dan 5) tidak diperbolehkan menjual hewan kurban di lapangan.

BACA JUGA:  Umbara Intruksikan Proyek Pramestha Dihentikan

“Kalau daerah merah, hitam, dan kuning, itu tidak dimungkinkan (adanya penjualan hewan kurban di lapangan). Maka, penjualan hewan harus hanya di tempat penjualan hewan,” ucap Jafar. “Kemudian juga untuk pengunjung dibatasi. Daerah hijau dan biru tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

PROTOKOL COVID-19 IDUL ADHA
Salat Id
– Bawa sajadah sendiri
– Pakai masker
– Tidak salaman
– CTPS/hand sanitizer
– Khutbah dan bacaan pendek

KURBAN
– Hindari pasar hewan/pesan daring (online)
– Disinfeksi tempat pemotongan hewan (TPH)
– TPH tertutup
– Fasilitas CTPS dan ada air mengalir di TPH
– Pengkurban tidak datang ke TPH
– Petugas penyembelih pakai baju lengan panjang, sarung tangan, masker, tameng wajah
– Daging diantar ke rumah penerima. (sep/vry)