Perjuangan Tenaga Kesehatan Menanggulangi Covid-19, Tinggalkan Keluarga, Berisiko Terkonfirmasi

Setiap harinya, Nakes-nakes terus berjuang dan disibukan oleh kegiatan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, seperti halnya Astri Permatasari tenaga medis di salah satu Puskesmas di Cimahi, yang selama beberapa hari terakhir sangat sibuk melakukan swab test bagi guru, masyarakat umum, dan sejumlah wartawan.
Sejak pagi hari tepatnya pukul 07.00 WIB, ia sudah tiba di tempatnya bekerja. Istirahat sebentar, lalu ia mulai bersiap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mulai dari baju hazmat, face shield, masker, hingga sarung tangan sebelum menghadapi orang-orang yang akan menjalani tes Covid-19.

Selama melaksanakan tugasnya, Astri mengaku banyak suka dan duka yang dirasakan. Paling terasa yakni ketika setiap hari ia dan teman-temannya harus mengenakan baju hazmat.

BACA JUGA:  180 Warga Pasar Panorama Negatif Covid-19

Lalu saat pulang, ia terpaksa bersih-bersih agar tidak menimbulkan risiko penularan pada anggota keluarga yang ada di rumah, terutama anak-anak.

Meskipun jadi ‘tumbal’ ketika kasus Covid-19 di Cimahi mengalami lonjakan, namun pihaknya mengapresiasi dukungan dari pemerintah yang menjamin ketersediaan APD.

“Ya paling kerasa itu kita tiap hari harus pakai baju hazmat, karena itu kan panas, terus engap, belum lagi kita pakai masker dan face shield, jadi menghirup oksigen dan karbondioksida secara bersama-sama, enggak sehat juga jadinya. Kita maksimal boleh pakai APD ini selama 3 jam. Karena lemas juga kalau lebih dari itu,” terangnya.(*/vry)