Petani Tagih Pemerintah soal Kartu Tani, Jadi Akses Bantuan Pupuk Bersubsidi

BANDUNG BARAT – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta untuk segara memproses kepemilikan kartu tani yang sudah diajukan oleh para petani. Hal itu diungkapkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandawa Sindangkerta, Sugandi saat dihubungi, Kamis (27/12).

Menurutnya, saat ini petani menginginkan kepastian terkait kepemilikan kartu tani. Pasalnya, keberadaan kartu tani itu bisa mengakses pupuk bersubsidi dan juga bantuan lainnya dari pemerintah.

“Kami sudah pernah mengajukan kartu tani ke PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan-red), tapi hingga kini tidak ada kejelasannya. Padahal kami sudah diminta untuk memberikan beberapa persyaratan agar bisa segera mendapatkan kartu tani dan semua persyaratan itu sudah diselesaikan,” katanya.

Sugandi berharap para petani bisa segara tercover dan terverifikasi dalam kepemilikan kartu tani. Apalagi kata dia, dengan kartu tani itu dirasa bisa mengurangi beban ekonomi para petani.

“Kartu tani sangat penting, Karena selama ini kami masih membeli sendiri pupuk. Untuk harga pupuk 1 ball itu bisa mencapai Rp 95 ribu. Sekarang kami butuh tindaklanjutnya mengenai kartu tani ini,” ungkapnya.

Ia menyebutkan secara keseluruhan ada 8 kelompok tani di Kecamatan Sindangkerta. Dipastikan hampir semua petani yang tergabung ke dalam kelompok tani tersebut belum memiliki kartu tani.

“Sekarang, anggota yang tergabung dalam kelompok Pandawa berjumlah 25 orang. Mereka semua sudah mengajukan kartu tani. Termasuk persyaratan-persyaratan mulai dari foto copy ktp dan surat tanah sawah itu sudah dilengkapi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB, Ida Nurhamida belum bisa dikonfirmasi tekait persoalan tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya tidak akif.

Seperti diketahui, berdasarkan data DPKP KBB pada 2017 jumlah petani di Bandung Barat mencapai hampir 50.000 orang. Sementara, baru 5.600 petani yang sudah memiliki kartu tani.(sep/din)