Polda Jabar Dirikan 7 Dapur Lapangan

CIMAHI-Polda Jabar menyatakan sudah siap melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bandung Raya yang dimulai hari ini (Rabu, 22/4/2020) mulai pukul 00.00 WIB.

Kapolda Jabar, Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi menerangkan, jajaran kepolisian sudah menggelar rapat bersama Gubernur, para Kepala Daerah di wilayah Bandung Raya serta unsur terkait lainnya.

“Sudah kita siapkan semuanya, kemarin sudah rapat sama Gubernur, Pangdam, Kejati, gugus tugas Covid-19, para kapolres. Mudah-mudahan menjadi baik di masyarakat,” kata Rudy disela-sela penyerahan bantuan sembako di Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (21/4).

Dalam menghadapi PSBB ini, jajaran kepolisian dari Brimob Polda Jabar sudah mendirikan tujuh dapur lapangan yang disebar di sejumlah lokasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dia menegaskan, PSBB tidak akan berhasil tanpa bantuan masyarakat. Oleh karena itu, Rudy mengharapkan, masyarakat mematuhi aturan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah selama tidak ada keperluan mendesak. “Enggak mudah melaksanakan aturan, hanya dengan bantuan masyarakat yang membuat PSBB ini berhasil,” ujarnya.

Di awal penerapan aturan PSBB di Bandung Raya, pihak kepolisian tidak akan langsung menindak tegas pelanggar. Polisi hanya akan memberikan peringatan dan surat teguran seperti yang sudah dilakukan Polda Metro Jaya.

Pemkab Bandung Barat Distribusikan Sembako

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat hari ini mulai mendistribusikan bantuan sosial sembako ke 16 Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Dimulainya pengiriman paket sembako dalam rangka jaringan pengamanan sosial masyarakat Covid-19 di Bandung Barat ini, secara simbolis langsung dilaunching oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna di Padalarang, Selasa (21/4). “Ini sembako dari Kabupaten kita distribusikan ke sejumlah wilayah. Mudah-mudahan saja pendistribusian ini lebih tepat sasaran. Besok, lusa rencananya akan terus dikirim kembali,” kata Aa Umbara.

Aa Umbara ingin memastikan, bahwa distribusi paket sembako ini bisa benar-benar tepat sasaran kepada para warga yang saat ini juga terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat virus corona. Harapannya, paket sembako ini bisa tepat sampai di keluarga-keluarga yang paling membutuhkan. “Kita sudah beberapa kali rapat bersama para camat, kades. Mudah-mudahan saja pendistribusian sembako ini tepat sasaran dan jangan sampai tumpang tindih.Rencananya ada 100-120 distribusi ribu paket yang siap disalurkan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo menambahkan, pemberian bantuan sembako tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan selama 2 bulan. Namun demikian, Pemerintah Pusat menyarankan bantuan bisa diberikan sampai waktu 4 bulan. “Jika ditotalkan sembako yang sekarang diberikan nilainya Rp 300 ribu,” ucap Heri.

Berdasarkan data Pemkab Bandung Barat saat ini kurang lebih ada sekitar 250 warga miskin baru di KBB. Menurut Heri, jika melihat kondisi saat ini kemungkinan data tersebut bisa terus berubah. “Kondisi ini bisa saja terus berubah. Karena di minggu pertama, seseorang yang memiliki penghasilan seperti biasa, bisa saja di minggu kedua tidak memiliki penghasilan,” kata Heri.

Lebih lanjut Heri memastikan, bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kepala Keluarga (KK) sudah terfasilitasi seluruhnya bantuan bansos sembako. “Dan sekarang tinggal bantuan yang non DTKS saja. Dan saat ini yang masuk datanya itu sekitar 250 ribu (KK). Tapi sekarang kita sedang melakukan pemadanan data dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” kata Heri.(eko/sep)