Polisi Selidiki Penyebab Tanah Longsor di Kampung Hegarmanah

STERILKAN: Garis polisi membentang yang dipasang di sekitar lokasi longsor untuk mensterilkan agar tidak didekati oleh siapapun. ASEP IMAM/PASUNDAN EKSPRES

Bisa Mengarah pada Orang dan Perorangan

NGAMPRAH-Satreskrim Polres Cimahi melakukan penyelidikan terhadap kejadian longsor di Kampung Hegarmanah Desa Sukabumi Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu dilakukan untuk mencari penyebab longsor yang telah menimbun belasan rumah milik warga tersebut.

KBO Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Wasiman mengatakan proses penyelidikan akan mengungkap indikasi penyebab longsor. Sehingga hal itu bisa mengarah pada orang atau perorangan yang jadi penyebabnya.

“Indikasinya akan terungkap dengan proses penyelidikan. Tim Inafus sudah olah TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) untuk melihat indikasi penyebab longsor tersebut,” kata Iptu Wasiman saat dihubungi, Kamis (13/2).

Selain itu, kata dia, penyidik juga akan fokus menelusuri dugaan penyebab yang bersumber dari keterangan warga setempat.

Pasalnya, semua warga terdampak longsor menyebut penyebabnya karena genangan air di sawah seberang Jalan Tol Purbaleunyi, yang berjarak 1 kilometer dari kampung mereka.

“Akan dicek juga kenapa warga bisa berspekulasi demikian (soal genangan air di sawah). Katanya pipa pengatur air ke permukiman hanya sedikit,” ungkapnya.

Dia mengaku sudah memasang garis polisi di sekitar TKP agar area terdampak longsor steril dan tidak didekati siapapun.

“Hasil penyelidikan akan diulas guna menentukan langkah yang menjadi kewenangan kepolisian. Mudah-mudahan segera ada hasilnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, tanah longsor terjadi di Tol Purbaleunyi Kilometer 118 pada Selasa (11/2) sekitar jam 21.30 WIB.

Hal itu menyebabkan beberapa rumah warga rusak parah.Selain rumah, sawah seluas tiga hektar di Kampung tersebut rusak berat.

Jajang warga setempat mengatakan, longsor terjadi secara tiba-tiba tanpa ada hujan maupun cuaca buruk.

Warga yang menyaksikan peristiwa ini, merasa ketakutan pasalnya dalam waktu beberapa menit tanah terus bergerak menimbun sawah serta rumah warga.

BACA JUGA:  Dua Kali Longsor, Warga Perum Griya Mukti Minta Tembok Penahan Tanah

“Gak ada hujan, gak ada apa, tiba-tiba saja langsung longsor jadi warga pada ketakutan karena si tanahnya itu terus bergerak sampai ke pemukiman warga.

Padahal dari titik tol ada sekitar 1 kilometer ke rumah warga itu,” ujar Jajang saat ditemui, Rabu (12/2).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, akibat longsor yang terjadi di Km 118, sedikitnya 2 rumah rusak parah, 4 rumah rusak berat, serta 4 rumah lainnya terancam.

“Dua rumah rusak parah hancur dan tertimbun. Tadi malam kita telah mengevakuasi 80 kepala keluarga ke masjid terdekat,” terangnya.(sep/dan)