Pramestha Mountain City Jadi Pilihan Berlibur Keluarga

WISATA PILIHAN: Para pengunjung berinteraksi dengan burung saat berkunjung ke Pramestha Mountain City di Jalan Akaza Utama Nomor 9, Desa Mekarwangi, Lembang, Bandung Barat. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat kerap dijadikan pilihan oleh keluarga untuk menghabiskan akhir pekan atau libur panjang karena terdapat berbagai objek wisata. Tepatnya di Pramestha Mountain City, Jalan Akaza Utama Nomor 9, Desa Mekarwangi, terdapat objek wisata bagi pengunjung yang ingin berinteraksi dengan burung.

Objek wisata Pramestha Mountain City terletak di tempat yang cukup strategis. Dari Kota Bandung, pengunjung bisa mengarahkan kendaraan melalui Jalan Dago Giri. Kemudian, dari sana pengunjung tinggal mengikuti petunjuk jalan yang tertera jelas pada plang. Jalan menanjak dan menurun pun akan dilalui. Oleh sebab itu, kendaraan yang digunakan mesti fit.

Burung-burung di sana berseliweran terbang atau bertengger pada batang pohon dan terkadang mengeluarkan suara seakan ingin berinteraksi pada orang-orang yang melintas. Burung-burung tersebut pun sesekali turun kemudian bertengger pada lengan pawangnya atau pengunjung yang membawa makanan.
Beberapa burung adapula yang diletakkan di dalam kandang. Burung-burung tersebut terlihat ramah pada pengunjung yang didominasi oleh anak-anak. Selain burung, ada juga kelinci, ikan, hingga kura-kura di sana.

Program Manajer Unit Bisnis Adli Riadhi menuturkan bahwa terdapat ribuan ekor burung di sana yang terdiri dari 300 jenis. Jenis burung yang dimaksud, sambung dia, contohnya Merak, Macaw, dan Parkit yang diimpor dari Amerika Latin dan Brazil atau asli dari Indonesia.

“Burung ada ribuan belum didata. Kalau jenisnya ada 300 termasuk ayam. Ada Merak, Macau, sama Parkit. Selain burung, ada kelinci, kura-kura sama ikan tapi jumlahnya ga sebanyak burung,” kata dia, Kamis (27/12).

Adli menambahkan objek wisata burung telah berdiri lima tahun yang lalu. Objek wisata tersebut, kata dia, didirikan dengan tujuan memberi edukasi kepada anak-anak TK dan SD.
Selain terdapat objek wisata, di sana terdapat hunian bagi pengunjung berupa villa hingga cafe dengan harga terjangkau yang menyediakan beragam makanan dan minuman. Adapun untuk memasuki objek wisata burung pengunjung mesti merogoh kocek 35 ribu saja.

BACA JUGA:  Setelah Green Think, Pertamina ONWJ Kembangkan Pantai Pasir Putih

“Sebenarnya, Pramestha ini lebih ke edukasi. Ke depannya rencana 25 tahun mendatang kita akan lebih ke edukasi. Salah satunya kita buat dulu taman burung,” tutur dia.

Burung-burung yang terdapat di sana, sambung Adli, dirawat oleh dokter khusus dan ditangani langsung oleh pawang yang berpengalaman. Lebih lanjut, sambung dia, burung jenis Macau di sana mampu hidup selama dua belas tahun.

“Perawatannya kebetulan kita di sini ada dokter khusus yang menanganinya. Ada pawang-pawangnya juga setiap jenis burung,” tutur dia.

Salah seorang pengunjung, Lendra (28) mengaku objek wisata Pramestha memiliki konsep yang tertata sehingga menarik untuk dikunjungi.

“Lumayan serulah. Ini terkonsep ya sehingga lebih menarik lah,” kata dia.

Pengunjung lainnya, Yani (35) mengaku bahwa dirinya baru pertama kali mengunjungi objek wisata burung semacam Pramestha. Objek wisata tersebut, kata dia, menarik sebab bisa menambah pengetahuan anak-anak.

“Kelebihannya ini khusus burung aja, ya. Dan di Bandung ini baru pertama kali. Di sini ada jenis-jenis burung yang bisa menambah ilmu pengetahuan anak,” tutur dia.(eko/din)