Prediksi Lalu Lintas Jalur Lembang Akan Terus Meningkat Jelang Tahun Baru

RAWAN MACET: Jalur Lembang selalu dipadati kendaraan. Terutama saat hari libur atau akhir pekan. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Empat hari jelang pergantian tahun baru 2019, lalu lintas kendaraan di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, belum mengalami peningkatan signifikan, Jumat (28/12). Lalu lintas di jalur wisata itu terpantau masih ramai lancar.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat di Posko Lembang, hingga pukul 13.00 WIB, jumlah kendaraan berbagai jenis yang melintasi kawasan ini mencapai 17.558 unit. Dari arah Kota Bandung-Lembang mencapai 9.150 unit. Sedangkan Lembang-Bandung 8.408 unit kendaraan.

“Kendaraan didominasi oleh kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi,” ungkap Kasi Bimbingan Keselamatan Dishub Kabupaten Bandung Barat, Asep Siswandar di Posko Penghitungan di Lembang.

Diperkirakan, arus kendaraan ke arah Lembang akan terus meningkat pada sore menjelang malam hingga puncaknya akan terjadi pada Minggu (30/12) mendatang. Asep menyebutkan, peningkatan volume kendaraan di jalur Lembang mulai terasa sejak H-1 atau Jumat (21/12).

Pada saat itu, total kendaraan di jalur Lembang mencapai 36.831 kendaraan. Jumlah ini jauh meningkat dibanding perayaan jelang Natal tahun sebelumnya yang hanya mencapai 29.562 unit kendaraan. Kemudian, pada H-2 kembali meningkat lagi menjadi 45.406 kendaraan.

“Tetapi pada H-3 terjadi penurunan menjadi 31.142 kendaraan,” ujarnya.

Menurut dia, padatnya lalu lintas di Lembang didominasi kendaraan plat luar kota yang menuju ke tempat wisata. Sejumlah petugas Dishub diturunkan untuk membantu pihak kepolisian melancarkan arus lalu lintas.

“Diprediksi, jumlah kendaraan di Lembang masih sama dengan hari kemarin, tapi mungkin akan mengalami peningkatan sampai jelang pergantian tahun baru nanti,” bebernya.

Sementara itu menurut pantauan, hingga pukul 15.00 WIB, arus lalu lintas dari arah Lembang menuju Kota Bandung maupun sebaliknya terpantau ramai lancar. Kendaraan masih bisa memacu kecepatan antara 10-20 km/jam.

Namun begitu, agar kendaraan tidak terlalu menumpuk di Lembang, beberapa kali pihak kepolisian memberlakukan sistem one way dari arah utara ke selatan. Sejumlah anggota polisi juga terlihat berjaga di titik-titik kepadatan kendaraan, terutama di depan lokasi wisata di Jalan Raya Lembang.(eko/din)