PT Jasa Marga Bantah Lonsor Susulan di Tol Purbaleunyi

TINJAU: Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono saat meninjau lokasi longsor di Tol Purbaleunyi Kilometer 118+600, Rabu (19/2). EKO SETIONO/PASUNDAN ESKPRES
Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

BANDUNG BARAT– PT Jasa Marga membantah, adanya longsor susulan di tebing di Tol Purbaleunyi Kilometer 118+600. Padahal seperti diketahui, pada Rabu (19/2) ini, longsor skala kecil kembali terjadi hingga terpal penutup tebing turut terjatuh dan mengakibatkan satu orang operator excavator terluka.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra mengatakan, informasi terkait adanya longsor susulan di Tol Purbaleunyi Km 118+600 merupakan informasi bohong.

Menurut dia, pasca longsor Selasa (11/2) lalu, tebing setinggi 15 meter dengan lebar mencapai 30 meter itu tidak pernah ada longsor susulan kembali.

“Oh, tidak ada, kalau ada informasi longsor susulan kami sampaikan bahwa itu hoax ya. Tidak ada longsor susulan hingga saat ini,” ucap Pratomo saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (19/2).

Disampaikan Pratomo, peristiwa yang terjadi pada tebing tol Km 118+600 hari ini, bukan longsor melainkan hanya butiran tanah basah yang terjatuh.

“Bukan, itu hanya butiran tanah yang basah jatuh ke bawah, bukan merupakan longsor,” jelasnya.

Diketahui longsor skala kecil kembali terjadi pada tebing tol Km 228+600 pada Rabu (19/2) yang mengakibatkan seorang operator excavator turut terluka akibat peristiwa tersebut.

Seorang rekan korban, Rahmat mengatakan, peristiwa ini terjadi ketika longsor dengan skala kecil kembali terjadi. Krisyanto yang sedang mengoperasikan excavator kaget dan langsung melompat keluar dari dalam excavator. Akibatnya dia mengalami cedera pada pergelangan kaki dan mengalami syok sehingga belum bisa diajak berkomunikasi.

“Kaget, jadi dia langsung lompat dari ekskavatornya. Tadi terpal penutup tebing juga sampai ikut jatuh ke bawah, dia kaget banget jadi spontan lompat,” terang Rahmat saat ditemui di lokasi, Rabu (19/2).

BACA JUGA:  Enam Kecamatan Rawan Longsor, Kondisi Daerah Perbukitan dan Tanah Labil
Sering Terjadi Pengikisan

Dibeberkan Rahmat, dengan seringnya terjadi hujan, sisi tebing yang ditutupi terpal kerap terjadi pengikisan tanah meskipun skalanya kecil.

“Emang sering ada jatuhan tanah itu karena terus ada pengikisan, tapi memang enggak besar. Jadi kita juga khawatir terus merambat ke badan jalan,” tukasnya.

Sementara itu, Pihak kepolisian menyatakan, rekayasa lalu lintas di ruas Tol Purbaleunyi Km 118+600 yang mengalami longsor hanya bersifat situasional.

“Situasional, kita berlakukan jika ada trigger, masalah seperti ada kepadatan. Untuk volume kendaraan akan kita baca nanti,” kata Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono saat meninjau lokasi longsor, Rabu (19/2).

Istiono menerangkan, jika kondisi lalu lintas di tol masih lancar, maka rekayasa lalu lintas dimana salah satunya dengan cara contra flow tidak perlu dilakukan.

“Kalau terjadi kepadatan hingga menimbulkan antrean panjang dan menganggu pengguna jalan, kita langsung berlakukan contra flow,” ungkapnya.

Dia memastikan, hingga saat ini belum ada gangguan yang bisa menghambat jalur tol meski pihak Jasa Marga tengah melakukan penanganan lereng yang longsor. Menurut Istiono, di jalur B atau dari arah Bandung menuju Jakarta masih bisa dilalui semua jenis kendaraan.

“Tidak ada dampak, hanya pemberlakukan bagi kendaraan kelas 2 ke atas dari arah Bandung, kita alihkan ke lajur kanan,” terangnya.

Apabila cuaca ekstrem, kepolisian serta Jasa Marga sudah menyiapkan alternatif dengan mengalihkan lalu lintas dari arah Bandung menuju Jakarta ke Padalarang Timur.

“Rambu lalu lintas serta personel sudah disiapkan. Kita juga sudah survey, oleh karena itu bila ada trigger masalah di titik ini akan segera kita berlakukan langkah alternatif ini,” tuturnya. (eko/ded)