Puncak Musim Kemarau, Warga Diminta Bersiap Pasokan Air Berkurang

Bandung- Pelanggan Perumda Tirta Raharjayang tersebar di Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Kabupaten Bandung, diminta untuk bersiap antisipasi musim kemarau.

Diketahui Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan akan terjadi mulai Agustus 2020 di sebagian besar zona wilayah Indonesia.

“Kami meminta kepada pelanggan khususnya di wilayah Utara yang mencakup Kota Cimahi dan KBB agar menghemat air saat musim kemarau. Ini dikarenakan penurunan sumber air dari wilayah utara dari Sungai Cimahi bisa turun hingga 50%,” kata Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan Perumda Tirta Raharja, Sri Hartati, Sabtu (15/8).

Antisipasi yang bisa dilakukan, kata dia, di antaranya dengan menyediakan tempat penampungan air. Sehingga mereka bisa menampung air ketika pengaliran dari perpipaan dilakukan. Di wilayah pelayanan utara, Perumda Tirta Raharja tercatat melayani 27.352 Sambungan Rumah (SR). Wilayah tersebut meliputi Kota Cimahi dan beberapa kecamatan di KBB, seperti Padalarang, Batujajar, Cililin, Cikalong Wetan, Lembang, serta Cisarua.

Perumda Tirta Raharja juga melayani 33.968 SR di wilayah selatan yang meliputi Kutawaringin, Soreang, Banjaran, Pangalengan, dan Ciwidey. Ketersediaan air baku di wilayah selatan Kabupaten Bandung tersebut bersumber dari Sungai Cisangkuy dan mulai mengalami fluktuasi kapasitas. Sementara pelayanan wilayah timur Kabupaten Bandung meliputi Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Pacet, Dayeuhkolot, Majalaya, Rancaekek, Cicalengka dan Cileunyi yang mencapai 42.220 SR.

“Untuk sumber air baku pelayanan wilayah timur berasal dari hulu Sungai Citarum pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng, hingga kini relatif masih stabil,” sebutnya.

Secara keseluruhan hingga awal Agustus ini, lanjut Sri, pendistribusian air minum kepada pelanggan di wilayah pelayanan Perumda Tirta Raharja masih aman. Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi datangnya musim kemarau. Seperti antisipasi pada sistem produksi, distribusi dan instrumen lainnya pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan melakukan pendistribusian. Termasuk pemeliharaan pada seluruh sistem produksi dan jaringan perpipaan secara periodik dengan mematuhi protokol kesehatan di era pandemi COVID-19.

“Kalau kapasitas air nantinya menurun ketika kemarau, kami menyiapkan skema rekayasa jaringan pipa distribusi, monitoring tekanan air, dn mobilisasi enam unit armada tangki secara gratis ke pelanggan agar 103.539 pelanggan tetap dapat pasokan air bersih,” pungkasnya.(eko/ded)