Realisasi Pajak I Lampaui Target

PASANG SPANDUK PERINGATAN: Sejumlah petugas pajak dan anggota Satpol PP Pemkab Bandung Barat memasang memasang baliho bertuliskan menunggak pajak di depan Kantor salah satu perusahaan wajib pajak (WP).

PAD Diprediksi Meningkat

NGAMPRAH-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi bakal melampaui target. Hal ini ditunjukan realisasi dari delapan sektor pajak yang sudah tercapai bahkan terlampaui meski di tengah pandemi Covid-19.

Adapun realisasi pajak I hingga November yang sudah memenuhi target itu, seperti pajak hotel yang realisasinya mencapai Rp 8,128 miliar atau mencapai 106 persen. Pajak restoran realisasinya mencapai Rp 14,895 miliar atau 106 persen. Pajak hiburan sebesar Rp 1,212 miliar atau 102 persen.

Selain itu, ada pajak reklame sebesar Rp 3,287 miliar atau 100 persen. Selanjutnya sektor pajak penerangan jalan realisasinya mencapai Rp 51,863 miliar atau 92 persen. Lalu sektor pajak parkir realisasinya mencapai Rp 884 juta atau 108 persen. Kemudian sektor pajak air tanah mencapai Rp 23,391 miliar atau 98 persen. Lalu ada sektor pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar Rp 2,667 miliar atau 93 persen.

PELAYANAN: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna melayani pembayaran pajak melalui Mobil Warung Pajak Keliling, sebelum Pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, delapan sektor pajak di KBB, termasuk air tanah dan restoran serta hotel mengalami refocusing target mengingat sejak Maret 2020, pandemi Covid-19 menghantam semua lini. Sehingga setelah refocusing, target realisasi pajak berubah menjadi Rp 109,215 miliar. Rp 7,6 miliar dari pajak hotel, Rp 13,9 miliar dari restoran, Rp 1,1 miliar dari hiburan, Rp 3,2 miliar dari reklame, Rp 55,8 miliar dari penerangan jalan, Rp 819 juta dari parkir, Rp 23,6 miliar dari air tanah, serta Rp 2,8 miliar dari mineral bukan logam dan batuan.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) KBB, Hasanuddin menjeleskan pihaknya optimis target raihan pajak bisa terpenuhi mengingat masih ada masa pajak satu kali lagi hingga Desember 2020. “Kalau untuk target realisasi Insya Allah tercapai, karena kan masih ada masa pajak satu kali lagi sampai Desember. Kalau yang November sudah melebihi target, kemungkinan bisa di angka 110 persen,” katanya.

Jika tak ada refocusing, jelas dia, tak mungkin target raihan pajak pada tahun ini akan terpenuhi. Hal tersebut lantaran sejak Maret, sektor pajak seperti hiburan, restoran, dan hotel terutama di wilayah Lembang, terpaksa tutup sepenuhnya mengikuti arahan dari pemerintah pusat mencegah penyebaran Covid-19. “Selama pandemi Covid-19 ini ada perubahan target pajak. Target sebelumnya akan sangat berat terealisasi, makanya ada penyesuaian target sesuai keadaan sekarang. Apalagi wajib pajak dari sektor hiburan, hotel, dan restoran di Lembang sejak April sampai Juli itu kan tutup total karena kebijakan pemerintah. Memang restoran ada yang tetap buka, tapi kan tidak ada pengunjung jadi omzet mereka hilang hampir 80 persen,” terangnya.

Sementara sektor perhotelan dan restoran juga memiliki piutang pajak namun tak sebesar sektor air tanah dari industri. Secara berkala, wajib pajak melakukan pelaporan pendapatan omzet ke BPKD lalu membayarkan pajaknya. “Kalau sektor restoran dan hotel memiliki piutang pajak karena terdampak pandemi, omzet mereka turun. Hanya saja mereka tetap rutin melakukan pelaporan omzet mereka perbulannya,” tuturnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan wajib pajak (WP) untuk melakukan penagihan piutang pajak, terutama ke sektor-sektor yang memiliki piutang besar. “Kita terus melakukan penagihan piutang pajak, seperti untuk sektor air tanah yang merupakan sektor paling besar piutang pajaknya karena harga baku air tanah mengalami kenaikan sampai 6 kali lipat,” pungkasnya.

Target Pendapatan Pajak I Tahun 2020:

Jenis Pajak Sebelum Refocusing Setelah Refocusing
1. Pajak Hotel Rp 20 miliar Rp 7,6 miliar
2. Restoran Rp 27,5 miliar Rp 13,9 miliar
3. Hiburan Rp 4,5 miliar Rp 1,1 miliar
4. Reklame Rp 5,3 miliar Rp 3,2 miliar
5. Penerangan Jalan Rp 60 miliar Rp 55,8 miliar
6. Parkir Rp 2,5 miliar Rp 819 juta
7. Air Tanah Rp 38,4 miliar Rp 23,6 miliar
8. Mineral Bukan Logam dan Batuan Rp 3,3 miliar Rp 2,8 miliar
Total Rp 161 miliar Rp 109,215 miliar

Realisasi Pajak hingga November 2020 :

Jenis Pajak Realisasi Persen

1. Hotel Rp 8,128 miliar 106 %
2. Restoran Rp 14,895 miliar 106 %
3. Hiburan Rp 1,212 miliar 102 %
4. Reklame Rp 3,287 miliar 100 %
5. Penerangan Jalan Rp 51,863 miliar 92 %
6. Parkir Rp 884 juta 108 %
7. Air Tanah Rp 23,391 miliar 98 %
8. Mineral bukan Logam dan Batuan Rp 2,667 miliar 93 %. (adv/sep)