Ribuan Warga Desa Wangunharja Makan Bersama di Jalanan

KEBERSAMAAN: Ribuan warga menggelar makan bersama di Jalan Maribaya Puncak Eurad sepanjang 3 Kilometer, tepatnya di Desa Wngunharja, Lembang Bandung Barat. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT-Ribuan warga menggelar makan bersama di Jalan Maribaya Puncak Eurad sepanjang 3 Kilometer, tepatnya di Desa Wngunharja, Lembang Bandung Barat. Istimewanya, menu yang disajikan tiap keluarga itu sama, yaitu berupa nasi liwet, kuliner khas masyarakat Sunda.

Dalam acara ini, bukan hanya warga setempat saja yang bisa menyantap makanan yang disajikan di atas daun pisang. Namun warga luar daerah yang sengaja datang juga dipersilahkan bergabung dengan masyarakat setempat.

Kepala Desa Wangunharja, Dede Hermawan mengaku, acara makan liwet bersama ini merupakan inisiatif warga dalam mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian pembangunan di desanya yang kini telah menginjak usia 36 tahun.
“Kebetulan kita akan merayakan HUT Desa Wangunharja ke-36. Bentuk partisipasi dalam merayakan hari ulang tahun desanya, warga inisiatif makan bersama di jalan raya,” katanya, Minggu (23/9).

Makan bersama di jalan yang baru pertama kali digelar ini diikuti sekitar 7.500 orang dari 9 RW. Warga menggelar tikar, karpet maupun terpal di depan rumahnya. Agar tak mengganggu acara, jalan raya pun untuk sementara ditutup selama sekitar 3 jam.
Menurut Dede, tidak ada satu orang pun protes atau menolak dengan ditutupnya jalan karena warga sendiri yang menghendaki makan bersama di tengah jalan. Tak pelak, suasana keakraban muncul dalam acara ini.

“Selain mengungkapkan rasa syukur, tujuan acara ini adalah dalam rangka memupuk keakraban semua warga, jadi mereka bisa berinterasi langsung di luar rumah, bisa saling berbagi makanan. Tak ada si kaya dan miskin, semuanya sama rata makan di atas jalan,” tuturnya.

Selain ngaliwet bersama, dalam rangkaian acara HUT Desa Wangunharja ini juga diadakan beragam acara lain seperti gerak jalan sehat, pengajian, pentas kesenian dan puncak acaranya adalah pagelaran wayang golek.

“Acara ini ternyata mendapat sambutan meriah dari warga, dari total penduduk desa yang mencapai 8.300 orang, hampir 80 persennya mengikuti acara makan bersama ini. Oleh karena itu, acara ini bakal menjadi tradisi atau agenda tahunan yang digelar dalam setiap menyambut HUT Desa Wangunharja,” bebernya.
Neneng, 33, salah seorang peserta makan bersama mengatakan, tidak ada persiapan khusus dalam menyambut acara ini karena hidangan yang disajikan adalah makanan sederhana yang sehari-hari biasa disantap keluarganya, namun spesialnya harus ada nasi liwet.

“Cuma tinggal memindahkan tempat makan, biasanya kita makan di rumah, tapi kali ini kita makan di jalan raya bersama para tetangga. Menu utama harus ada liwet, untuk lauknya di antaranya jengkol, tempe dan tahu goreng, ikan asin, dan tak lupa lalaban serta sambalnya,” kata Neneng.

Kegiatan ngaliwet bersama ini, lanjut Neneng, baru kali ini diikuti hingga ribuan warga. Melalui makan bersama, dia berharap antar warga bisa saling bercengkrama, serta lebih mempererat tali silaturahmi serta gotong royong.

“Ada kenikmatan tersendiri ketika makan nasi liwet bersama, meski lauknya sederhana, nikmatnya luar biasa. Harapan saya, mudah-mudahan acara seperti ini bisa semakin memperat jalinan tali silahturahmi antar sesama warga desa,” lanjutnya.(eko/din)