Sampah Hasil World Cleanup Day Dibiarkan Menumpuk

MEMBUSUK: Pelajar melintasi tumpukan sampah yang dibiarkan di pekarangan rumah warga. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Kegiatan World Cleanup Day di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (15/9) lalu meninggalkan kesan negatif. Hal ini menyusul masih menumpuknya sampah yang dibiarkan terbengkalai di pekarangan rumah warga. Minimnya armada pengangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup KBB dituding sebagai salah satu penyebabnya.

Seperti diketahui, sekitar 50 karung sampah hasil kegiatan World Cleanup Day di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, belum diangkut petugas kebersihan. Sampah-sampah itu hanya dibiarkan menumpuk di pekarangan rumah warga.
Hampir tiga hari tak diangkut, kini timbunan sampah ini menimbulkan bau menyengat. Bahkan beberapa sampah plastik berceceran di luar karung.

Warga meminta dinas terkait agar segera mengangkut karung sampah tersebut karena telah mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Iya sangat mengganggu karena tidak langsung diangkut setelah kegiatan World Cleanup Day beres. Apalagi sampah-sampah ini disimpan di pekarangan rumah warga, yang punya rumah sudah komplain,” kata Nutlatifah, kader Ecovillage di Desa Wangunharja, Senin (17/9).

Dia menuturkan, timbunan karung sampah yang diperkirakan seberat satu ton ini dikumpulkan dari tiga dusun di Desa Wangunharja. Saat kegiatan World Cleanup Day, ratusan warga secara swadaya memungut sampah lalu memasukannya ke dalam karung.

Pada awalnya, kata dia, karung-karung sampah ini akan dibiarkan di pinggir jalan sambil menunggu diangkut petugas. Namun, agar lebih mudah dalam pengangkutan, akhirnya puluhan karung sampah ini dikumpulkan di satu titik.

“Tadinya mau dibiarkan di pinggir jalan, karena merasa kasihan sama petugas, akhirnya semuanya dikumpulkan di halaman rumah warga,” tuturnya.

Selain di Desa Wangunharja, menurut Nutlatifah, sampah dari hasil kegiatan World Cleanup Day di beberapa desa lainnya pun sampai saat ini belum diangkut.” Masih banyak yang belum diangkut, seperti di Desa Suntenjaya. Menurut kabar, 11 karung sampah di Cikidang sudah dibakar, kalau sampah di Desa Cikole, katanya sudah dipilah langsung sama warganya,” bebernya.

Diakuinya, terbatasnya lahan Desa Wangunharja menyebabkan pihaknya tidak bisa langsung membakar puluhan karung sampah ini,” Kalau ada lahan memadai, sampah ini akan langsung dibakar. Soalnya dinas juga tidak mau tanggung jawab, sudah ditelepon berkali-kali, tapi jawabannya besok, besok terus,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko mengungkapkan, kegiatan World Cleanup Day yang telah diselenggarakan pada Sabtu (15/9) lalu merupakan agenda di luar pelayanan sampah. Ditambah, adanya perubahan sistem keuangan, sehingga selama dua hari, operasional pengangkutan sampah tidak berjalan sebagai mana mestinya.

“World Cleanup Day tidak teragendakan, artinya sampah-sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut termasuk dalam kategori sampah liar,” ungkap Apung.

Apung menyatakan, pihaknya telah menghubungi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan agar segera menyisir serta mengangkut sampah hasil kegiatan World Cleanup Day di sejumlah titik dengan menggunakan armada pengangkut sampah liar.
“Kami meminta maaf karena keterbatasan armada, sampah-sampah yang belum terangkut akan dibereskan dalam dua hari ke depan,” lanjutnya.(eko/din)