Satgas Covid-19 Kota Cimahi Siapkan Dua Tempat Isolasi Baru

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini

CIMAHI-Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cimahi telah menyiapkan dua tempat isolasi baru khusus pasien Covid-19. Hal itu dikarenakan ruang isolasi yang tersedia di sejumlah rumah sakit sudah terisi penuh.

Untuk saat ini, ada enam rumah sakit yang disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 yakni RSUD Cibabat, RS Dustira, RS Mitra Kasih, RS Kasih Bunda, Rumah Sakit Mall dan RS Avisena, ditambah fasilitas milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar di Jalan Kolonel Masturi. “Dengan masih banyaknya pasien yang terkonfirmasi positif aktif, dibutuhkan ruang isolasi baru. Maka kita sedang siapkan tempat baru karena kondisinya cukup darurat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Minggu (13/12).

Berdasarkan data kasus Covid-19 Cimahi per tanggal 13 Desember 2020, jumlah terkonfirmasi positif telah mencapai 1.507 kasus dengan pasien suspek yang masih dalam perawatan sebanyak 99 orang. Adapun yang sudah dinyatakan sembuh 888 orang dan 46 kasus meninggal.

Selain dirawat di rumah sakit, Chanifah menerangkan, adapula pasien yang menjalani isolasi mandiri. Dia menegaskan, bagi yang menjalani isolasi mandiri tetap akan mendapat pengawasan dan pengobatan dari Puskesmas meski jumlah pasiennya tidak ideal jika dibandingkan dengan ketersediaan Puskesmas yang ada. “Puskesmas di kita ada 13 puskesmas dan rata-rata melayani sampai 30 orang. Padahal idealnya paling banyak 10 orang,” terangnya.

Selain menyiapkan tempat isolasi baru, Pemkot Cimahi juga kerepotan dengan ketersediaan lahan pemakaman jenazah Covid-19. Lahan TPU Lebak Saat, Blok G dan H di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara nyaris terisi semua dan hanya tinggal menyisakan kurang dari 30 liang lahat saja. “Tempat pemakaman yang kami siapkan sudah terbatas, untuk antisipasi kemungkinan hal terburuk mengingat pandemi belum mereda, kami sedang mencari alternatif lahan pemakaman jenazah Covid-19 di wilayah lainnya,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana.

Jika kasus kematian Covid-19 terus bertambah, dia memperkirakan, lahan yang tersisa hanya cukup sampai akhir tahun. Pihaknya sudah mengincar sejumlah alternatif lahan milik pemerintah yang jauh dari pemukiman warga. “Kalau per hari ada 2-3 jenazah yang dikubur, sampai akhir Desember nanti, lahan sudah habis khusus untuk pemakaman jenazah Covid-19. Nanti kita cek dan putuskan bersama Satgas Covid-19, jika semuanya setuju, kita segera sosialisasi kepada masyarakat,” bebernya.(eko/sep)