Sehari, 60 Orang Tewas Akibat Narkoba

SOSIALISASI: Acara Sinergitas Pembina Desa dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (9/10). EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

Pengedar Terus Berinovasi Ciptakan Narkoba Jenis Baru

BANDUNG-Dalam sehari, ada sekitar 40 hingga 60 orang meninggal akibat menggunakan narkoba. Para bandar dan pengedar terus berinovasi menciptakan berbagai narkoba jenis baru agar bisa terbebas dari jeratan hukum.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Brigjen (Pol) Sufyan Syarif usai pengarahan pada acara Sinergitas Pembina Desa dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (9/10).

“Sekitar 60 persen pengguna narkoba berawal dari sekedar coba-coba hingga akhirnya ketagihan. Jadi, dari sekarang jangan pernah berani mencoba menggunakannya,” katanya.

Bahkan, dia menyatakan, secara nasional omset penjualan narkoba di Indonesia sudah mencapai Rp 80 triliun. Oleh karena itu, sebagai upaya preventif agar tidak timbul korban yang lebih banyak lagi, pencegahan wajib dilakukan sedini mungkin kepada generasi muda agar tak terjerumus menggunakan narkoba.
“Korban narkoba tidak pernah pandang bulu. Harus dilakukan pencegahan dari sekarang agar generasi penerus bangsa terbebas dari narkoba,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Sufyan mengaku kagum dengan antusiasnya peserta karena dihadiri oleh seluruh para kepala desa, camat, anggota Babinsa dan Babinkamtibmas, Kapolsek serta Danramil. Bahkan, pihaknya akan menjadikan Bandung Barat sebagai percontohan P4GN bagi kabupaten/kota lainnya di Jabar.

“Terus terang, saya sangat bangga dan merinding melihat tingginya antusias peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Hampir seluruh peserta yang diundang dapat hadir semua,” ujarnya.
Penunjukan Bandung Barat sebagai percontohan P4GN sejalan dengan akan dijadikannya Provinsi Jabar sebagai pilot project penanganan narkoba di level tingkat desa oleh pemerintah pusat. Melalui tiga pilar desa, yakni kades, Babinkamtibmas dan Babinsa yang dibantu dengan tenaga Puskesmas, ia meyakini, pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di seluruh penjuru negeri bisa lebih optimal.

BACA JUGA:  3.314 Botol Miras Dimusnahkan, Polres Ungkap 9 Perkara Narkoba

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar di wilayahnya terbebas dari penyalagunaan dan peredaran narkoba.
“Pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba merupakan tugas bersama seluruh elemen dengan mengarahkan masyarakat pada kegiatan-kegiatan positif,” ucap Aa Umbara.

Dia menjelaskan, pemerintah tingkat terendah yaitu desa merupakan ujung tombak dalam pemberantasan narkoba. “Jika kita kompak, mulai dari bupati, camat, kades hingga jajaran dari tiga pilar, maka saya harapkan Bandung Barat bisa bersih dari narkoba,” jelasnya.(eko/din)