Sehari Tersangka Bisa Produksi 50.000 Butir Obat Terlarang

obat terlarang
REKA ULANG: Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar melakukan reka ulang di gudang peracik narkoba di Cimahi Selatan. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

CIMAHI-Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar mendatangi sebuah gudang yang dijadikan tempat meracik obat terlarang di Jalan Melong Raya, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, BNN Provinsi Jabar serta kepolisian menggerebek tempat produksi obat berbahan berbahaya di dua lokasi, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, Rabu (22/7).

Kali ini, kepolisian kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut untuk melakukan reka adegan dengan menghadirkan tersangka. Selain itu, polisi juga menyita berbagai jenis barang bukti.

Dari informasi yang dihimpun, gudang yang disewa tersangka adalah TKP terakhir hasil dari pengembangan kasus serupa di Jalan Terusan Buahbatu, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Baca Juga: MPLS, Polres Purwakarta Sosialisasi Bahaya Narkoba Secara Virtual

Selain di kedua lokasi tersebut, pihak berwajib juga mengungkap kasus serupa di Jalan Pelindung Hewan, RT 05/07, Kelurahan/Kecamatan Astana Anyar dan di Perumahan Kopo Permai RT 03/21. Kelurahan Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, terungkapnya pabrik rumahan pengolahan obat berbahaya itu berawal dari informasi yang diterima BNN RI, bahwa ada pengiriman obat keras hexymer dari Kota Bandung ke Jakarta.

Kerjasama dengan BNN Provinsi Jabar

Kemudian BNN pusat melaksanakan koordinasi dan bekerjasama dengan BNN Provinsi Jabar, serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar untuk melakukan penyelidikan. Kemudian petugas menangkap tersangka pertama bernama Sarman pada Rabu lalu sekitar pukul 11.30 WIB di sebuah tempat jasa pengiriman.

“Pada saat itu ditangkap tersangka atas nama Sarman yang mengirimkan obat hexymer sebanyak 600 ribu butir atau sekitar 4 dus besar ke Jakarta,” kata Rudy di lokasi. Kemarin
Selanjutnya dilakukan introgasi dan pengembangan kepada tersangka yang telah ditangkap.

Ternyata barang bukti tersebut diambil dari Perumahan Kopo Permai di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kemudian tim gabungan mendatangi perumahan tersebut. “Di TKP ditemukan alat cetakan berikut bahan bakunya yang sudah diracik dan siap dicetak,” terang Rudi.

Di sana, tim gabungan menangkap dua tersangka lainnya bernama Kholik dan Rahmat yang berperan sebagai peracik obat-obatan terlarang itu. Dari pengakuan Sarman, ternyata ada tempat produksi lainnya di Cimahi.

Setelah dilakukan penggeledahan, di gudang yang menyatu dengan rumah warga itu ditemukan tersangka ke-4 bernama Tantor Uripto yang juga berperan sebagai peracik. Di lokasi juga ditemukan dua alat pencetak berukuran kecil serta bahan baku berupa Granular Trihexyphenidy (THP) seberat 4,8 kilogram atau sebanyak 44 karung.

“Bahan baku dikirim seseorang dari Jakarta melalui travel. Menurut pengakuan tersangka, dalam sehari bisa membuat 50 ribu butir obat. Tersangka sudah memproduksi obat-obatan sejak 7 tahun lalu,” ujarnya.

Total keseluruhan, petugas mengamankan empat orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 1 juta lebih butir obat keras, 44 karung granular serta 7.9 kilogram bahan utama THP. Selain dipasarkan di Jakarta, obat-obatan terlarang ini juga diedarkan hingga ke Surabaya.

“Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10-15 tahun penjara,” jelasnya.(eko/vry)

Lokasi Tempat Meracik Obat Terlarang

1. Perumahan Kopo Permai di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung
Ditemukan alat cetakan berikut bahan bakunya yang sudah diracik dan siap dicetak
2. Jalan Melong Raya, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Ditemukan dua alat pencetak berukuran kecil serta bahan baku berupa Granular Trihexyphenidy (THP) seberat 4,8 kilogram atau sebanyak 44 karung

Barang Bukti

1 juta lebih butir obat keras
44 karung granular
7.9 kilogram bahan utama THP

Empat Orang Tersangka Diamankan Petugas
Selain dipasarkan di Jakarta, obat-obatan terlarang diedarkan hingga Surabaya