Sensasi Minum Madu Lebah di Sarangnya di Lembang, Pembeli Datang dari Kalimantan hingga Jepang

MADU ASLI: Nia Koswara menunjukan madu asli hasil budidayanya kepada pengunjung. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG-Anda ingin menikmati madu lebah, namun bingung harus mencarinya kemana dan masih khawatir produk yang dibeli nanti palsu. Anda tidak perlu bingung dan khawatir. Sebab, terdapat salah satu tempat yang menjual produk tersebut yakni di Kampung Maribaya, Desa Langensari RT 04 RW 05, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Madu Lebah di Maribaya dengan merek Legend Bee Koswara menawarkan madu asli untuk para konsumen. Tidak hanya itu, para pembeli bisa langsung melihat kebun yang dijadikan sebagai tempat budidaya madu lebah. Pembeli pun bisa langsung mencoba meminum madu lebah dari sarangnya langsung.
Meminum madu lebah langsung dari sarangnya bagi pembeli menjadi salah satu upaya penjual memastikan bahwa yang dijualnya asli. Selain itu, di lokasi tersebut para pembeli bisa mencoba fasilitas terapi lebah.

Saat ditemui di toko tempat berjualannya, Nia Koswara (30), istri dari pembudidaya madu lebah di Maribaya, menceritakan ia dan suaminya sejak 1997 mulai tertarik menggeluti bisnis madu lebah. Kemudian sekitar tahun 2000, pasangan ini fokus mengembangkan usaha di bidang madu lebah.

“Bapak (suami) lebih memfokuskan (bisnis) disini, Maribaya. Selain karena dekat dengan tempat tinggal. Disini juga kawasan hutan lindung (tahura), ada 400 tumbuhan endemik. Sehingga tidak perlu khawatir, tersedia pakan seperti bunga kaliandra untuk lebah,” ujarnya ditemui di Maribaya, Senin (21/1).

Ia pun mengungkapkan lokasi budidaya lebah di lahan yang memiliki luas kurang lebih 500 meter persegi ini jauh dari perkebunan aktif yang banyak menggunakan pestisida.

Dirinya mengungkapkan, budidaya madu lebah di tempatnya terdapat empat jenis yaitu madu lebah Trigona SP, Apis Mellifera, Apis Dorsata dan madu lebah Apis Cerana. Menurutnya, ia bersama sang suami menjual madu dalam bentuk sarang yang masih utuh.

“Mau beli atau tidak, kita konsisten menjelaskan madu lebah keempat jenis itu ke pembeli. Mereka juga bisa melihat kebun dan langsung mencoba madu dari sarangnya,” katanya.
Ia menuturkan, pihaknya sengaja memberikan edukasi kepada pembeli seputar madu lebah. Sehingga ketika mereka membeli madu di tempat lain bisa membedakan antara yang asli dengan yang palsu.

Nia menuturkan, mencoba madu lebah langsung dari sarangnya lebih baik karena untuk jenis trigona, propolisnya tertinggi banyak berada di sarangnya. Sementara jika madu sudah dikemas zatnya sendiri yang bermanfaat dan berkhasiat untuk tubuh menjadi hancur.

Katanya, pola menjual madu lebah langsung dari sarangnya masih sangat minim dilakukan oleh para penjual madu. Saat ini, menurutnya, madu lebah yang bisa diminum langsung yaitu jenis madu lebah trigona dan Apis Cerana.

“Untuk menjaga kualitas madu, kita tidak menstok. Kita biarkan berada disarangnya, baru kalau ada yang beli langsung dipanen,” katanya.

Nia menjelaskan selama menjual madu lebah sudah banyak pembeli yang datang dari berbagai daerah seperti di Palembang, Riau, Kalimantan, Sumbawa. Sementara di Bandung Raya sudah banyak yang mengetahui madu lebah yang dijual suaminya.
“Dari mancanegara juga ada yang beli seperti dari Singapura, Malaysia, Jepang dan juga dari Arab Saudi,” ungkapnya.

Menurutnya, madu lebah jenis trigona dijual rata-rata Rp 700 ribu hingga Rp 1.2 juta. Sementara Apis Cerana kisaran Rp 400 sampai Rp 800 ribu. Sedangkan Apis Dorsata dari harga Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu dan Apis Mellifera dari Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu.

“Trigona panen 3 sampai 5 bulan tempatnya bambu dan kayu. Cerana panen bisa panen 1 tahun 2 kali dalam jangka enam bulan. Dorsata panen musim kemarau saja antara Mei sampai November. Mellifera tiap 21 hari panen,” ungkapnya.

Nia mengungkapkan di wilayah Maribaya banyak yang menjual produk madu lebah. Namun, yang memiliki lahan budidaya sendiri itu suaminya. Ia mengatakan, meminum madu lebah langsung dari sarangnya menurunkan resiko madu lebah itu palsu. “Khasiat madu ini sangat banyak,” katanya.

Disela-sela mengecek lebahnya, Nia memberikan tips kepada masyarakat untuk membedakan madu asli dengan madu yang palsu atau sudah dicampur dengan bahan lainnya. Menurutnya, jika membeli madu di supermarket maka bisa mengecek komposisi madu apakah terdapat campurannya.

“Bisa juga ambil madu taruh di dalam sendok 3/4. Nah kemudian dibakar diatas api, jika membuih kemudian meluber itu pasti asli. Jika membuih kecil-kecil dan meluber itu pasti dicampur,” katanya.

Dirinya menambahkan, madu lebah jenis trigona relatif tidak manis. Hal itu juga pengetahuan untuk membedakan madu yang asli dan yang tidak. “Masyarakat masih cenderung menganggap madu itu manis,” katanya.

Salah seorang pengunjung asal Lembang, Depi Gunawan mengaku baru pertamakali meminum madu lebah langsung dari sarangnya. Kemudian, ia mengaku rasa madu yang dicobanya lebih pahit dan tidak manis.(eko/din)