Siswa SD Negeri 3 Lembang Ikuti Simulasi Evakuasi Gempa Bumi

LATIHAN: Sejumlah siswa dan guru SD Negeri 3 Lembang mengikuti Latihan simulasi evakuasi gempa bumi, Selasa (8/1). EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT-Sejumlah siswa dan siswi SD Negeri 3 Lembang mengikuti Latihan simulasi evakuasi gempa bumi yang dilaksankana di sekolahnya di Jalan Grand Hotel, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (8/1).

Guru Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 3 Lembang Teja Ningsih mengatakan, anak-anak senang mengikuti latihan mitigasi bencana. Meskipun sudah beberapa kali dilatih, kata dia, masih ada anak yang ketakutan dan kebingungan sewaktu simulasi mitigasi dipraktikkan.

“Namun, anak-anak sudah semakin terampil dan tanggap. Kedepan, kami bisa menindaklanjuti kegiatan ini dengan melakukan simulasi lagi, minimal tiga bulan sekali. Anak-anak dari kelas yang lebih kecil juga akan diajak, beserta dengan para orangtua. Jadi, yang dapat ilmu dan pelatihan itu bukan cuma anaknya, tapi juga orangtuanya,” kata Teja, seusai kegiatan simulasi.

Menurut dia, latihan mitigasi bencana di SDN 3 Lembang sudah pernah diadakan beberapa kali. Namun, kali ini ratusan murid juga memperoleh materi latihan buat P3K. “Jadi, bukan cuma latihan buat menyelamatkan diri, tapi juga menolong teman-temannya yang terluka,” ucapnya.

Kegiatan mitigasi bencana di SDN 3 Lembang tersebut diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) KBB, bekerja sama dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save Children). Kegiatan tersebut juga didukung oleh instansi terkait di Pemkab Bandung Barat, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerab (BPBD), serta aparat kewilayahan setempat.

Menurut Ketua PMI KBB Junaedi, kegiatan simulasi mitigasi bencana tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari program PMI terkait siaga bencana di sekolah. Program tersebut, kata dia, sudah berjalan selama hampir lima bulan ini.

“Tujuannya ialah biar anak-anak lebih terampil dan lebih waspada terhadap peristiwa bencana. Yang kedua, juga buat guru, komite, maupun orangtua murid. Mereka diberi pelatihan juga buat memberikan pertolongan. Jadi, dalam waktu sekian bulan tadi, kami berikan berbagai pelatihan,” katanya.

BACA JUGA:  Simulasi Bencana, Evakuasi Korban Terjunkan Helikopter

Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PMI tersebut. Menurut dia, kegiatan simulasi itu merupakan langkah positif untuk membudayakan pengurangan risiko bencana. Apalagi, kata dia, Bandung Barat merupakan wilayah dengan indeks risiko bencana yang tinggi.

“Mulai dari gempa bumi, kekeringan, longsor, kebakaran lahan, gunung berapi, semua itu indeks risikonya tinggi. Untuk itu, kami juga melakukan upaya bagaimana biar masyarakat tahu potensi bencana di sekitarnya. Kemudian ada kesadaran dari masyarakat, kira-kira ketika terjadi bencana, dia bisa berbuat apa,” tuturnya.

Ketika masyarakat sudah tahu dan sadar terhadap potensi bencana di sekitarnya, lanjut dia, diharapkan masyarakat turut menjaga kelestarian lingkungan. Khusus untuk siaga bencana di sekolah, Duddy mengatakan, sejak 2015 BPBD telah melakukan program sekolah siaga bencana.

“Soalnya, khusus untuk zona Patahan Lembang saja, kami sudah menginventarisir ada sekitar 93 sekolah. Makanya, kami melakukan sekolah lapangan atau sekolah siaga bencana. Kalau di awal kami mengundang unsur pendidik, guru dan siswa, sementara untuk tahun 2018 kemarin polanya kami balik, jadi kami yang datang ke sekolah untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi,” katanya.(eko/ded)