SMK Diminta Kembangkan Kreativitas, Pamerkan Karya di Expo Pendidikan

PEMERKAN KARYA: Siswa-siswi SMK 45 Lembang pamerkan hasil karya olahan makanan di Expo Pendidikan. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bandung Barat diminta agar mengembangkan para siswa dalam berkreativitas. Dengan begitu, diharapkan lulusannya bisa terserap dunia kerja atau membuka wirausaha baru.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Bandung Barat Denny Mariana menuturkan, di wilayahnya terdapat 109 SMK, sembilan sekolah di antaranya berstatus negeri. Sekitar 50 persen lulusan SMK tahun 2018 berhasil diterima kerja.

“Sekitar 50 persen lulusan diterima bekerja, 20 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sisanya 30 persen lain-lain, ada yang berwirausaha atau menganggur,” kata Denny di Expo Pendidikan 2019 di SMK 45 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (25/2).

Dia menambahkan salah satu upaya agar siswa mau berwirausaha yaitu dengan mengadakan expo pendidikan seperti yang digagas SMK 45 Lembang. Menurut dia, melalui wadah seperti ini bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya agar mau mengadakan kegiatan serupa.

“Nanti hasil dari ajang ini akan dibawa ke tingkat wilayah VI (Bandung Barat dan Cianjur), itu gagasan saya yang disampaikan ke Dinas Pendidikan Jabar. Kemudian, yang menang di tingkat wilayah akan dibawa ke tingkat provinsi,” tutur Denny yang juga menjabat Kepala SMK 45 Lembang.

Dia menyatakan, setiap SMK harusnya bisa mempertunjukkan hasil kreativitas para siswanya. Dengan kemasan yang menarik, konsumen pun nantinya bakal tertarik membeli produk yang dibuat siswa-siswa SMK ini.

“Kenapa kami menggagas expo ini, yang pertama memang belum ada gagasan dari tiap sekolah untuk menggelar expo. Percuma kalau misal di salah satu SMK sudah berhasil membuat mobil tapi hasil karyanya tidak diperlihatkan, makanya expo ini bagus supaya siswa termotivasi dan lebih berkarya lagi,” ujar Denny yang juga menjabat Kepala Sekolah SMK 45 Lembang ini.

Dalam expo kali ini, para perwakilan siswa dari tiap jurusan memamerkan aneka produk kerajinan atau karya mereka, di antaranya keset, olahan makanan, busana dan lain-lainnya.

Novi kelas XII jurusan bisnis manajemen mengatakan, tidaklah sia-sia belajar kewirausahaan sehingga tidak terlalu terfokus pada dunia kerja, tetapi setelah lulus sekolah juga dapat berwirausaha bahkan dapat membuka peluang usaha bagi yang lain. Salah satu inovasinya yang menjadi andalanya dalam berwira usaha, Novi membuat olahan berbahan umbi yang di pamerkan pada expo pendidikan tersebut.

“bersama temen-temen kami mencoba inovasi makanan berbahan umbi, diberinama Bolem (Boled Lembang), alhamdulilah telah melakukan penjualan melalui onlen, dan banyak pemitanya”kata Novi. (eko/sep)