Tak Ada Dana, Sampah Tidak Diangkut

BANDUNG BARAT– Lantaran tak ada dana operasional, pengangkutan sampah oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat terhenti, Kamis (31/1). Permasalahan tersebut selalu berulang setiap awal tahun, tapi tak pernah menjadi perhatian.

Seorang sopir truk sampah yang menolak disebutkan namanya mengatakan, pengangkutan sampah terhenti di hampir seluruh wilayah pelayanan UPT Kebersihan. Para sopir pun hanya berkumpul di pool kendaran UPT Kebersihan, di Jalan Curug Agung, Padalarang, menunggu arahan dari pimpinan.

“Cuma satu kendaraan yang jalan, yaitu armada yang mengangkut sampah di daerah Pataruman, Cihampelas. Namun, itu juga pengangkutannya tidak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Kalau kendaraan yang lainnya, praktis tidak jalan,” katanya.

Di samping satu armada yang ke Pataruman, menurut dia, sebanyak sembilan unit motor roda tiga juga tetap melakukan pengangkutan sampah liat di jalur-jalur protokol. “Ada dua motor yang menyisir sampah di jalur Lembang, dan tujuh di sini (Padalarang),” ujarnya.

Dia menekankan, penghentian pelayanan kebersihan itu bukanlah kehendak para sopir, tetapi karena kendaraan sampah tak lagi dapat mengisi bahan bakar ke SPBU. Walaupun UPT Kebersihan telah menjalin kerja sama dengan beberapa SPBU, menurut dia, pihak SPBU hanya bersedia menalangi selama sebulan atau sampai 30 Januari 2019.

“Jadi, sebetulnya dana operasional UPT Kebersihan buat bulan ini sudah ditalangi oleh SPBU, karena sebelumnya sudah ada kerja sama. Namun, perjanjiannya itu cuma ditalangi satu bulan atau 30 hari. Begitu lewat, SPBU tidak mau mengisi bahan bakar. Ya kami jadi enggak bisa jalan,” katanya.

Dia berharap, persoalan dana operasional armada sampah menjadi perhatian penting para pemangku kepentingan, seperti UPT Kebersihan, Dinas LH, atau secara umum Pemkab Bandung Barat dan DPRD Bandung Barat. Padalnya, persoalan tersebut terus berulang setiap tahun.

“Setiap awal tahun pasti seperti ini, tapi tidak pernah diantisipasi. Bandung Barat sudah 11 tahun, tapi masalah ini selalu berulang terjadi. Malah, di pertengahan tahun pun kadang-kadang terjadi masalah buat dana operasional, karena penganggarannya di perubahan APBD,” katanya.

Dia menambahkan, penghentian pengangkutan sampah justru membuat beban kerja para sopir atau petugas kebersihan lainnya bertambah berat. “Sekarang kami bisa ongkang-ongkang, tapi nanti ketika kami kerja jadi dua kali lipat. Kalau sampah tidak diangkut, kami juga disalahkan, karena kami yang paling dekat dengan warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan Dinas LH Rudi Kuntadi membenarkan bahwa pengangkutan sampah di Bandung Barat terhenti lantaran tak ada dana operasional. Meski begitu, dia mengaku tengah mengupayakan agar dana operasional itu bisa segera dicairkan.

“Kebetulan saya juga sedang berada di Dinas LH, sedang berembug, insyaallah terkait masalah itu bisa terakomodir pada hari ini juga. Cuma mungkin untuk satu hari ini lah (tidak ada pengangkutan sampah),” kata Rudi. (eko/ded)