Tiga Kandidat Berebut Posisi Ketua Kwarcab

PANDU: Aseng Junaedi bersama Anggota Pramuka Singapura pada acara Jambore Internasional di Singapura, beberapa tahun lalu.

BANDUNG BARAT-Panitia musyawarah Cabang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kabupaten Bandung Barat menyatakan ada tiga calon kandidat ketua Kwarcab KBB yang akan menggantikan ketua sebelumnya.
Ketiga nama tersebut diantaranya Aseng Junaedi, Anan Mardiana dan Heri Hilmansyah. Sementara muscab baru akan dilaksnakan pada Sabtu (27/10) mendatang.

“Nanti mekanisme pemilihannya voting saja. Para pemilihnya adalah 16 Ketua Kwarran,” kata Ketua Panitia Muscab Kwarcab KBB 2018, Adi.

Dengan akan adanya kepengurusan baru, Adi berharap, kepengurusan periode 2018-2023 nanti gerakan Pramuka bisa menjadi lembaga pendidikan non formal yang dipercayai dan diminati kaum muda di Bandung Barat.

“Saya berharap semoga Gerakan Pramuka KBB mampu menjadi lembaga pendidikan non formal yang dipercayai dan diminati kaum muda di Bandung Barat,” katanya.

Sementara itu salah seorang calon kandidat, Aseng Junaedi membenarkan dirinya telah melakukan pendaftaran sebagai calon ketua Kwarcab KBB.

Aseng yang telah bergelut selama 12 tahun di gerakan Pramuka. Ia mengaku telah menjadi pengurus diberbagai gerakan Pramuka, diantaranya Aseng pernah menjabat kamabiran dan waka bidang organisasi Kwarcab Subang.

“Alhamdulilah, saya mengenal Pramuka dan aktif bukan karena jabatan di kedinasan saja, tapi memang saya aktifis sejak kelas 4 SD sebagai ketua regu barung merah di gugus depan SD 8 Lembang,” katanya.

Selama aktif di gerakan Pramuka, Aseng mengaku telah meraih beberapa penghargaan karena kiprahnya menjadi pengurus andalan di Kwarda Jabar. Diantaranya, pernah mendapat Lencanasa dari Kwarda, Lencana Pengabdian dari Kwarnas, Jabar dan Lencana Melati dari Kwarnas, selain itu pula banyak lagi lencana- lencana lainnya salah satunya dari Presiden RI sebagai PNS masa bhkati 30 tahun.

Lencana-lencana tersebut hanya diberikan terhadap anggota Pramuka yang aktif dan punya kredibilitas. “Lencana melati hanya beberapa orang saja yang mendapatkannya,”kata Aseng.
Aseng juga menuturkan pengalamanya, selama menjadi Anggota Pramuka, bukan hanya mengikuti kegiatan kepramukaan di dalam negeri namun pernah mengikuti jambore Internasional di Singapura.

Menurutnya, event nasional yang menjadi pengalaman berharganya adalah Pada tahun 1990 menjadi delegasi pembina Gelar Senja Kwarcab Subang di Jakarta.
“Alhamdulilah saya pernah mendapat kepercayaan oleh Kwarda Jabar pada tahun 2015 untuk menghadiri jambore insternasional di saribun Camp Singapura”.

Tentunya sebagai lulusan APDN Bandung tahun 1984 ini pernah mengikuti kursus oroeintasi lengkap gerakan pramuka tahun 1986 di Kwarcab Kota Bandung dan KMD KML di Kwarcab Subang tahun 2006. “Dari pramukalah saya terbentuk memiliki jiwa dasa dharma. Dan tri satya,” tegas Aseng.

Pada Muscab Kwarcab 2018 Aseng mengaku telah mendapat dukungan dari Kwaran di KBB. “Saya dah dapat surat dukungan tertulis dari kwaran sebanyak 15 kwaran. Hanya satu yang tidak yaitu Kwaran Cipeundeuy,” tandasnya.(eko/din)