Waduk Cirata Miliki Galeri Wisata Edukasi

DIRESMIKAN: Peresmian galeri wisata edukasi di Pusat Pengendali Bendungan Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (21/11). EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

CIKALONGWETAN– Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) PT Pembangkitan Jawa dan Bali meluncurkan galeri wisata edukasi yang bertempat di Pusat Pengendali Bendungan Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (21/11). Diharapkan, fasilitas tersebut bisa diakses oleh masyarakat yang ingin mengetahui sejarah dan cara pengoperasian Waduk yang sudah berdiri 30 tahun.

Galeri wisata edukasi tersebut berisi tentang sejarah pembangunan Waduk Cirata di lantai satu. Kemudian, terdapat material-material yang digunakan saat pembangunan disimpan. Tidak hanya itu, cara pengoperasian waduk pun dijelaskan di area galeri.

Sementara di lantai dua digunakan sebagai tempat beristirahat dan tempat makan dan minum dengan view bendungan. Sementara di lantai dua digunakan untuk pusat pengendali bendungan Waduk Cirata.

General Manager PT PJB Unit Pembangkitan Cirata, Muhammad Munir mengungkapkan galeri wisata edukasi yang diluncurkan diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Waduk Cirata.

“Ini (galeri) kepedulian PJB, anak sekolah bisa tahu (Waduk Cirata) dalam memproduksi listrik, cara pengoperasiannya dan pemeliharaannya,” ujarnya disela-sela acara 30 tahun Waduk Cirata di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (21/11).

Dirinya menambahkan, aset Waduk Cirata saat ini mencapai kurang lebih Rp 25 triliun dan memiliki peran strategis dalam masalah kelistrikan di Indonesia. Sebab, Waduk Cirata memiliki fasilitas pengatur stabilisasi ketika frekuensi (listrik) naik turun.

Kemudian menurutnya, jika listrik pulau Jawa dan Bali padam maka tidak ada yang bisa mengisi tegangan kecuali Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata. Tidak hanya itu, PLTA Cirata mendapatkan penghargaan karena memiliki ketersediaan (listrik) mencapai 98.72 persen dan gangguan hanya 0.2 persen.

“Kita menjalankan online monitoring dan melakukan regenerasi dengan baik dan teknologi disesuaikan dengan yang berkembang saat ini,” ungkapnya.(eko/din)

BACA JUGA:  Petani Teladan Asia Pasifik: Tunjuk Kadis Pertanian Sesuai Kompetensi