Warga Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

BENCANA: Satu unit rumah di Kampung Ciharingit, Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor ambruk akibat diguyur hujan deras. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Pasalnya, pada awal Maret ini, beberapa fenomena atmosfer terpantau muncul secara bersamaan. Fenomena-fenomena tersebut dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi di kawasan Indonesia, termasuk di wilayah Jabar.

Teridentifikasi, jika saat ini wilayah Indonesia terdapat aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia. MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya.

Menurut Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya MJO diprakirakan akan bergerak melintas wilayah Indonesia yang dapat bertahan hingga satu pekan ke depan. Kondisi ini menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya Indonesia di bagian barat dan tengah.

“MJO membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi,” terang Tony, Minggu (3/3).

Selain MJO, lanjut Tony dari analisis pola pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa.

Maka dari itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah-wilayah rawan bencana di Jabar. Sebab, kondisi ini dapat meningkat hingga pertengahan Maret mendatang.

Sementara itu, sejumlah bencana di wilayah di Kabupaten Bandung Barat terus berlanjut. Kali ini, jalan penghubung antar kecamatan di Kampung Cipelem Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin tertutup longsor pada Sabtu (2/3).

BACA JUGA:  Puluhan Rumah Rusak, Beberapa Nyaris Ambruk

BPBD telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk menyingkirkan material tanah agar aktifitas warga tidak sampai terganggu.

Di tempat lainnya, satu unit rumah di Kampung Ciharingit, Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor ambruk hingga rata dengan tanah akibat diguyur hujan deras. Enam jiwa yang menempati rumah sudah mengungsi ke rumah kerabatnya.

Sementara di Kampung Ciseupan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, empat rumah yang dihuni 13 jiwa mengalami rusak ringan. Seluruh penghuninya sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan jika hujan deras.

Selain longsor, warga Kecamatan Sindangkerta juga terancam pergerakan tanah. Di Kampung Malandang, Desa Pasirpogor, pergerakan tanah mengancam lima rumah warga. Luas area wilayah yang terancam pergerakan tanah sekitar 32×40 meter persegi. (eko/ded)