Wisata di KBB Ditargetkan Bisa Rebound dengan Protokol CHSE

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES SOSIALISASI: Anggota DPR RI Rian Firmansyah dalam Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Kabupaten Bandung Barat di hotel Takashimaya lembang, Selasa (3/11).

LEMBANG-Pelaksanaan protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mutlak dilakukan, demi mewujudkan Bandung Barat rebound dari keterpurukan kunjungan wisata akibat pandemi Covid-19 selama delapan bulan ini.

“Pariwisata Bandung Barat bisa rebound, asal semua pelaku pariwisata konsisten menerapkan standar protokol CHSE di tempat masing-masing. Ini menjadi tantangan kita semua di tengah pandemi Covid-19 yang menurunkan sekitar 60 persen wisatawan,” kata Anggota DPR RI Rian Firmansyah dalam Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Kabupaten Bandung Barat, di hotel Takashimaya lembang, Selasa (3/11).

Menurutnya, protokol CHSE ini sekaligus mengakhiri perdebatan apakah prioritas Covid-19 ini di sektor kesehatan atau sektor ekonomi. “Suka tidak suka, kita harus menghadapi pandemi ini dengan hati-hati, tetapi kita juga perlu memastikan roda perekonomian masyarakat di sektor pariwisata terus berjalan> CHSE ini merupakan jalan tengah, agar sektor kesehatan tetap terjaga dan roda ekonomi tetap berjalan beriringan,” imbuhnya.

Sertifikasi CHSE ini, menurutnya, berfungsi sebagai jaminan dari pelaku usaha pariwisata untuk wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan sehingga para wisatawan merasa nyaman dan aman dalam menikmati kekayaan pariwisata yang dimiliki. “CHSE ini juga bisa menghindarkan dari rasa was-was, sehingga minat dan gairah masyarakat untuk berwisata tetap kuat,” katanya.

Rian menambahkan, Protokol CHSE juga menjadi pedoman wisatawan untuk menentukan destinasi wisata  yang akan ditujunya. “Pandemi membuat orientasi wisatawan dalam melakukan perjalanan mengalami

perubahan mindset. Tak hanya kebutuhan fasilitas pendukung saja, tetapi apakah destinasi wisata sudah berbasis CHSE menjadi pertimbangan penting dan utama,” imbuhnya.

Menurut politisi Partai NasDem itu, sektor pariwisata bagi warga Bandung Barat merupakan urat nadi, karena itu ia mengajak semua pihak terutama para pemangku kepentingan untuk menjaga ekosistem kepariwisataan di Bandung Barat agar tetap terjaga. “Semua fihak perlu berkolaborasi untuk membantu mempromosikan obyek wisata yang kaya ini. Tidak mungkin beban ini diberikan ke dinas pariwisata saja. Tetapi juga ada dukungan dari Kemenparekraf, khususnya terkait dengan bagaimana mempromosikan pariwisata, khususnya di era digital seperti saat ini,” katanya.

Rian mengapresiasi terbitnya handbook SOP CHSE yang disusun Kemenparekraf/ Baparekraf bagi para pelaku pariwisata. “Buku kecil ini sangat praktis, menjelaskan turunan dari protokol kesehatan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) 382/2020. Masyarakat dapat mengetahui bagaimana unsur-unsur pencegahan, penelusuran, dan penanganan kasus Covid-19 di sektor parekraf,” papar Rian.(eko)