Wisata Edukasi Telur Puyuh, Pengunjung Bisa Panen Sendiri

EDUKASI: Wahana wisata edukasi panen telur puyuh yang berlokasi di Tahu Susu Lembang di Jalan Raya Lembang no 177 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB). ASEP IMAM MUTTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG – Banyak orang yang tidak tahu cara ternak telur puyuh, kecuali mereka para peternak telur puyuh. Meski banyak yang tidak tahu, tapi banyak orang yang menggemari dan mengkonsumsi telur yang berbentuk lebih kecil dari telur ayam tersebut.

Bagi anda yang ingin tahu cara ternak telur burung puyuh, kini telah hadir wahana wisata edukasi panen telur puyuh yang berlokasi di Tahu Susu Lembang di Jalan Raya Lembang no 177 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB). Wahana wisata yang menawarkan konsep edukasi interaksi ini bisa menjadi salah satu pilihan wisata di kawasan Lembang.

Dengan hanya membayar tiket Rp10 ribu/ orang, pengunjung akan mendapatkan lima butir telur puyuh yang bisa langsung direbus atau dibawa pulang dalam kondisi mentah. Bahkan, pengunjung pun bisa sekaligus bisa mengetahui bagaimana cara ternak burung puyuh hingga menghasilkan telur.

“Wahana ini bisa juga bagi mereka yang mau usaha ternak puyuh. Pengunjung juga bisa pelatihan disini. Sehingga datang ke sini tidak akan menyesal, mereka akan tahu cara puyuh bertelur dan kebiasaan dari burung ini, “kata Penanggung jawab objek wisata Panen Telur Puyuh Lembang, Nana Mulyana kepada Pasundan Ekspres, Kamis (17/1).

Dia menjelaskan ada sebanyak 5000 ekor burung puyuh di wahana wisata edukasi itu dengan kondisi sehat dan aman. Pasalnya, seluruh burung puyuh sebelum masuk kandang sudah terlebih dahulu diberi vaksin.

“Jadi pengunjung tidak perlu takut berinteraksi atau sekadar untuk memegang burung puyuh. Bahkan pola bertelur burung puyuh tidak melalui proses perkawinan tapi dari pakan yang dikonsumsinya,” terangnya.

Adapun Pada tumbuh kembangnya seekor burung puyuh mengkonsumsi pakan sebanyak 23 gram dan menghasilkan telur dengan berat 12-14 gram. Puyuh dengan usia di atas 30 hari telah mampu menghasilkan telur hingga usianya mencapai 1,5 tahun, dengan rata-rata bertelur sehari satu.

Untuk satu butir telur puyuh, memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh. Dalam telur mengandung protein 13,1 gr, karbohidrat 1 gr, besi 3,65 mg, kalsium 64 gr, riboflavin 0,478 mg, energi 168 kkal, dan asam phantothenat 1,438 mg.

“Telur puyuh berukuran kecil dan terdapat corak dalam cangkangnya, sehingga memerlukan suhu ruangan yang hangat untuk bertelur. Burung puyuh masuk dalam Familia Phasianidae. Burung ini ukurannya lebih kecil dari merpati dan sifatnya jinak,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ansar Ramadhan mengaku sangat tertarik dengan wisata edukasi telur puyuh tersebut. Selain bisa memanen langsung telur puyuh, juga dapat berinteraksi langsung dengan burung puyuh mulai dari memberi pakan hingga penetasan telur tersebut.

“Selama ini memang tidak tahu burung puyuh itu seperti apa. Tapi setelah mengunjungi wahana ini menjadi tahu,” kata Ansar.

Dia pun menilai potensi ternak puyuh sangat menjanjikan. Bahkan, dia pun tertarik untuk ternak puyuh di masa usianya yang sudah memasuki pensiun.

“Saya sudah pensiun, bisa memanfaatkan waktu ini untuk ternak burung yang bisa menghasilkan ekonomi,” pungkasnya. (sep/din)