Berantas Buta Huruf Al-Quran Melalui Sadesha

CETAK PENERUS BANGSA: Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Diklat Program Sadesha sebagai langkah untuk memberantas buta huruf Al-Quran. (FOTO: ERWIN/JABAR EKSPRES)

BANDUNG – Untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Jam’iyatul Qurra’Wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQH NU) Jawa Barat menggelar Diklat Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha).

Koordinator Sadesha, KH. Lukman Hakim menerangkan, dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan arahan mengenai wawasan kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil alamin. Selain itu pengayaan metode tahfizh, dan pengayaan metode tahsin al-Qur’an oleh para narasumber yang ahli di bidangnya.

“Peserta akan diberikan pengayaan tentang wawasan kebangsaan dan keislaman yang rahmatan lil alamin. Supaya tidak hanya sebatas hafal Al-Qur’an saja, melainkan harus berjiwa nasionalis dan bisa menampilkan wajah Islam sesungguhnya yang rahmah dan moderat,” ujarnya, Minggu (26/7).

Sementara itu, Ketua PW JQH NU Jawa Barat, KH. Cecep Abdullah Syahid menambahkan, diklat Sadesha merupakan salah satu pembuktian antara sinerginya ulama dan umara di Jawa Barat dan bagian dari pembangunan Jabar Juara lahir batin.

“Program sadesha yang kita selenggarakan adalah bukti bahwa ulama dan umara di Jawa Barat saling bersinergi dan merupakan realisasi nyata dari program pembangunan jabar juara lahir batin,” katanya.

Dirinya berharap nantinya peserta diklat Sadesha harus berani bertanggung jawab memberikan pelajaran kepada masyarakat agar mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar.