JABAR  

Pembangunan Mesjid Besar Cileunyi Dapat Dukungan Penuh dari Bupati Bandung

Bupati Bandung, Dadang Supriatna (kedua dari kanan) di Taman Tahfizd Quran (TTQ) Kompleks GBM 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (29/7).JABAR EKSPRES
Bupati Bandung, Dadang Supriatna (kedua dari kanan) di Taman Tahfizd Quran (TTQ) Kompleks GBM 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (29/7).JABAR EKSPRES

KABUPATEN BANDUNG-Sejak lama diwacanakan, pembangunan Masjid Besar Cileunyi mendapat dukungan sepenuhnya dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

Menurut Dadang Supriatna, pembangunan masjid menjadi tempat atau sarana beribadah harus segera dilakukan dan diselesaikan.

“Saya selaku pribadi dan juga selaku Bupati Bandung mendukung penuh rencana pembangunan Masjid Besar Cileunyi,” jelas Dadang ketika ditemui di lobi Taman Tahfizd Quran (TTQ) Kompleks GBM 21, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jum’at (29/7).

“Ngabangun masjid mah ulah seueur dongeng (red, membangun mesjid itu jangan banyak bicara), insya Allah terwujud,” imbuhnya.

Dukungan pembangunan Masjid Besar Cileunyi tersebut juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Ajam Mustajam dan Kyai Uus Usman, Ketua MUI Kecamatan Cileunyi.

“Saya pun selaku Kakanwil Kemenag Jabar dan juga selaku warga Cileunyi bersama Bupati Bandung dan Kyai Haji Uus Usman mendukung penuh pembangunan Mesjid Besar Cileunyi,” terang Ajam bersama Kang DS dan Kyai Usman pada pertemuan pembahasan wacana Mesjid Besar Cileunyi.

Dari pantauaan, terlihat Kang DS sembangi Mesjid Al Faqih, Pondok Pesantren Fathul Mu’in di Kampung Pasantren RT02 RW17, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi untuk laksanakan Jumat Keliling (Jumling).

Beberapa Kepala OPD Pemkab Bandung, Camat Cileunyi dan para Kepala Desa se-Kecamatan Cileunyi turut hadir menghangatkan kegiatan Jumling.

Lalu, di tempat berbeda, salah seorang tokoh agama dari Cileunyi, Ketua Da’i Kamtibmas Polresta Bandung, Kyai Atus Ludin Al Mubarok mengaku, dirinya menjadi bagian dalam penggagasan Masjid Besar Cileunyi.
Sebagai salah seorang tokoh penggagas konsep perencanaan Masjid Besar Cileunyi, Atus menyampaikan bahwa rencana tersebut sudah dibuat sejak 2014 lalu.

“Wacana pembangunan mesjid besar Cileunyi ini sejak 2014 saya sudah menjadi konseptor,” tutur Atus.

“Alhamdulillah kesepakatan camat, kepala KUA, Kapolsek, Danramil, MUI dan tokoh masyarakat Cileunyi,” lanjutnya.

Pada kesempatannya, Atus berharap, untuk perencanaan Masjid Besar Cileunyi itu dapat direalisasikan.

“Kini kembali digulirkan dengan membentuk panitia. Apalagi telah didukung penuh Bupati Bandung, semoga saja Bedas,” pungkas Atus.(je/sep)