Cegah Klaster Baru, Perketat Pengawasan Wisata

BANDUNG – Membludaknya kunjungan ke lokasi objek wisata membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat akan memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat di masa libur panjang cenderung meningkat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik mengatakan, kegiatan pariwisata mulai menggeliat semenjak pemerintah mulai menjalankan kebijakan mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Untuk jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih dalam pendataan. Namun, memang terjadi kepadatan terutama sekitar objek wisata karena long weekend. Kunjungan yang begitu banyak, menjadi catatan kami untuk meningkatkan pengawasan soal protokol kesehatan,” kata Dedi, Minggu (23/8).

Dedi menyebutkan, selain kunjungan ke sejumlah objek wisata, pengunjung juga memadati ke sejumlah hotel di Jabar.
“Sejauh ini, okupansi hotel ada di angka rata-rata 40 persen sampai 50 persen. Hal yang perlu digarisbawahi adalah, semua hotel dan destinasi wisata harus mengikuti aturan protokol kesehatan dan pengurangan dari total kapasitas,” tegas Dedi.

Pemerintah provinsi, kata Dedi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan guna memastikan para pelaku industri wisata serta wisatawan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus tetap waspada dan mengutamakan protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” kata dia.

Dedi menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 terus melakukan sosialisasi mengenai sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan di objek wisata seperti Pantai Barat Pangandaran.