Emil Batalkan Kunjungan ke Dua Negara, Pemprov Tidak Tinggal Diam Atasi Banjir

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, tidak tinggal diam menyikapi banyaknya daerah yang terdampak banjir.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membatalkan kunjungan kerja di dua negara untuk meninjau lokasi banjir yang terjadi di beberapa daerah.

Saat ini, Gubernur sedang berada di Australia dan sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Hari ini (27/2), Ridwan Kamil diperkirakan sampai ke Bandara Husein Sastranegara pada jam 9 pagi kemudian akan langsung berangkat ke Subang yang menjadi salah satu daerah terdampak banjir.

Di bagian lain, dia juga meminta, kepada Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum untuk membagi tugas yakni meninjau lokasi banjir di Bekasi.

“Saya sebagai Gubenur memustuskan akan pulang membatalkan kunjungan kerja di dua negara. Besok langsung ke Subang, pak Uu ke Bekasi,” kata Ridwan Kamil Telecomference bersama bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja di Command Center, Gedung Sate, Bandung, Rabu (26/2).

Selain itu, pria yang akrab disapa Kang Emil itu pun meminta, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan, Hermansyah untuk segera berkoordinasi dan mengondisikan wartawan/media untuk ikut besok dalam rangka mengekspose. ”Media tolong dikondisikan ke Subang dan Bekasi,” ucap Emil.

Menurutnya, kehadiran sosok gubernur sebagai pemimpin di Jawa Barat sangat dibutuhkan untuk membangun mental masyarakat. Sehingga dapat kuat dalam menghadapi banjir.

Selain itu, Emil menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat harus diperkuat dan melakukan koordinasi dengan BPBD di Kabupaten/Kota di Jawa Barat. ”BPBD harus diperkuat, jangan hanya mengandalkan Gubernur dan Wakil Gubernur,” tandasnya.

Di sisi lain, banyaknya tanggapan negatif yang menimpa Gubernur Jabar mengenai bencana banjir, Ridwan Kamil menilai, di Jabar mempunyai hirarki yang harus ditempuh. Yakni bupati, dan wali kota. Menurutnya, setiap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang bertanggung jawab pertama adalah Kepala Daerah.

”Makanya setiap P3K yang bertanggung jawab pertama adalah Kepala Daerah, yang ditetapkannya di level Kabupaten dan Kota,” ucap Emil sambil menambahkan, kepala daerah harus aktif melakukan penangangan.

Dia mengaku, saat ini pihaknya selalu menjadi sorotan publik. Bahkan, kerap disbanding-bandingkan.

“Memang wajar saat ini Gubernur sedang menjadi sorotan. Maka banyak publik membanding-bandingkan dengan pemimpin di daerah lain,” tegasnya.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hermansyah mengatakan, setelah mendarat di Jabar, Kang Emil akan meninjau langsung daerah yang terkena banjir sekaligus membawa kebutuhan logistik. Kemudian, kata Hermansyah, Kang Emil bakal berkoordinasi dengan semua pihak agar penanganan banjir cepat dan tepat.

“Setelah meninjau, gubernur bakal berkoordinasi langsung dengan semua perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, dan pihak terkait lain. Itu dilakukan untuk mempercepat dan memastikan penanganan banjir berjalan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Provinsi Jabar Dani Ramdan mengatakan, perjalanan dinas bertujuan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mempromosikan Jabar kepada investor potensial sekaligus memperluas pasar kopi Jabar.

”Tentu kunjungan-kunjungan kerja tersebut dipastikan membawa kebermanfaatan bagi pembangunan dan masyarakat. Salah satunya menjajaki berbagai peluang kerja sama bilateral,” kata Dani.

Terkait kunjungan kerja Kang Emil ke Australia, menurut Dani, akan berdampak positif bagi warga Jabar. Salah satunya MoU untuk membuka kerja sama antara pengusaha kopi asal Jabar dengan importir dari Victoria.

“Selain itu ada juga diskusi dengan Melbourne University untuk membicarakan pembangunan inklusif dan revitalisasi Citarum,” kata Dani. (adv/mg7/rie)