Fase New Normal Jabar Dimulai Senin Nanti, Hari Ini Mulai Sosialisasi

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 akan terus menggencarkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat tentang New Normal di Jabar yang akan dilaksanakan awal Juni mendatang.

“Jabar akan masuk pada fase New Normal. Ya kita akan mulai kurang lebih di hari Senin bulan Juni (1/6) nanti. Jadi hari Rabu ini sampai Minggu kita sosialisasi dan saya minta kepada rekan media bantu mensosialisasikan nanti di hari kerja, di hari Senin kita mulai,” ucap Emil di Mapolda Jabar, Rabu (27/5).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan bahwa perhari ini angka reproduksi COVID-19 di Jabar berada diangka 1,09. Sehingga, kata dia, dalam standar WHO angka satu itu bisa dianggap terkendali.

“Makin kecil di nol koma lebih baik. Nah kita akan fokus menjaga ini selama 14 hari ke depan. Jadi sudah satu Minggu rasionya di angka satu dan mudah-mudahan satu Minggu lagi tetap di angka satu sehingga bisa dalam kategori terkendali,” katanya.

Menurut Emil, dari empat provinsi yang diizinkan oleh Pemerintah Pusat untuk melakukan persiapam New Normal ialah Sumatera Barat, Jawa Barat, DKI dan Gorontalo dsn 25 Kota.

“Kalau Jabar semuanya, kalau provinsi yang di luar empat itu diatur berdasarkan situasi. Oleh karena itu, kami tetap berpatokan pada level kewaspadaan,” menurutnya.

Mantan Walikota Bandung itu menjelaskan bahwa New Normalnya di zona merah tidak boleh sama dengan New Normalnya di zona yang kuning atau biru atau hijau sehingga tetap waspada.

“Jadi istilahnya bukan pelonggaran, bukan relaksasi, istilahnya jadi adaptasi terhadap situasi yang baru. Nah, apa yang diadaptasi? Pelan-pelan bertahap kegiatan ekonomi akan dibuka tapi dengan cara baru,” jelasnya.

Iapun mengaku protokol untuk fase New Normal sedang disiapkan. Sehingga setiap toko atau ekonomi harus membuat surat pernyataan siap dalam melaksanakan protokol baru dan siap diberikan sanksi.

“Intinya hanya terbagi dalam tiga kelompok lah. Yakni menjaga jarak, harus higienis memakai masker, dan cuci tangan keluar masuk dari sebuah tempat,” katanya.

Saat disinggung mengenai sanksi bagi yang melanggar protokol New Normal, Emil menuturkan akan memberikan beberapa sanksi dari teguran, denda hingga dipaksa tutup.

“Ya sama kalau dulu istilahnya kita sudah lewat masa hanya mengimbau, masuklah kategori denda, ini kan denda sudah dilakukan di beberapa tempat, denda kepada pribadi maupun denda kepada pemilik toko, itu yang penting harus ada surat pernyataan supaya nanti kalau melanggar bisa ditutup karena dia tidak patuh. Nominalnya nanti kita sosialisasikan,” tuturnya. (rls)