Geng Motor Berulah, Polisi Sudah Kantongi Identitasnya

TASIK – Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota Sabtu pagi (2/1/2021). Gerombolan bermotor itu melakukan aksi kekerasan di Pertigaan Jalan Raya Tamansari. Korbannya berinisial PA (18), warga Gunung Kanyere Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Dia kini dirawat di salah satu rumah sakit.

Akibat penganiayaan itu korban mengalami patah tulang rahang. Aksi gerombolan bermotor yang diduga geng motor ini sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV itu, tergambarkan aksi puluhan anggota geng motor yang sedang meraung-raung motornya di Jalan Tamansari pada pukul 5.45.

Tak lama kemudian, kawanan geng motor itu berbalik arah untuk menyerang dua pemuda yang akan ke warung dekat lokasi tersebut.

Salah seorang saksi kejadian, DE (30) mengaku sebelum terjadi penganiayaan, korban berboncengan dengan temannya.

“Saat itu korban berpapasan dengan rombongan geng motor. Jumlahnya sekitar 20 orang menaiki 10 motor,” kata dia seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indoneis Network Grup).

Saat itu, korban belum juga turun dari motornya dan langsung dianiaya rombongan. Bahkan, terlihat ada yang menodongkan senjata tajam. “Untungnya korban tak sampai dibacok,” kayanya.

Rekan korban yang dibonceng berhasil melarikan diri dan bersembunyi di salah satu rumah warga. ”Temannya yang dibonceng selamat, karena bersembunyi,” terangnya.

Saat ini jajaran Satuan Reserse Kriminal Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut. Pasalnya identitas para pelaku telah dikantongi.

“Saat ini kita sedang mendalami rekaman CCTV yang sempat merekam aksi para pelaku,” tutur Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhimat.

Polres Tasikmalaya Kota menargetkan dalam waktu dekat ini para pelaku akan diciduk karena identitasnya sudah dikantongi timnya.“Saat ini tim khusus pemburu geng motor sudah disebar untuk mengejar para pelaku yang wajahnya terekam kamera CCTV,” kata dia. (fin/ded)