Kadus dan Kades di Kabupaten Bandung Diduga Kompak Terlibat Politik Praktis

SOREANG – Masyarakat Kabupaten Bandung dihebohkan dengan viralnya video yang merebak di media sosial. Video tersebut memperlihatkan oknum kades di wilayah Kabupaten Bandung yang mengkampanyekan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung jelang Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Menurut informasi, kepala desa tersebut menjabat di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, berinisial IS. Kejadian tersebut bermula pada acara hajatan yang diisi oleh panggung hiburan dangdutan di Kampung Bebera Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, pada Selasa (10/11) kemarin.

Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, IS yang tengah memberikan sambutan, dengan berpakaian dinas lengkap, secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk memilih salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bandung.

Saat diatas panggung, oknum kades tersebut ditemani beberapa orang termasuk diantaranya artis komedian dan mengajak masyarakat yang hadir pada acara hajatan tersebut untuk memilih salah satu Paslon. Dan saat ini video tersebut telah menyebar luas di beberapa media sosial.

Tak hanya kepala desa, turut juga melibatkan dua orang kepala dusun yang ikut mengkampanyekan dan mendukung salah satu pasangan calon berlokasi di RW 5 Kampung Nenggeng Desa Tenjolaya Kecamatan Pasir Jambu lengkap dengan antribut seragam.

Pertama Kadus Dewata berinisial AS dan Kadus Babakan berinisial D. Foto para kadus ini sempat viral di media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari para netizien.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia mengaku sudah mengetahui dan mendapatkan video kepala desa yang tengah viral tersebut. Saat ini, kata Hedi, pihaknya tengah menelusuri video kepala desa yang tengah berkampanye tersebut.

“Kita sudah mendapatkan video tersebut, dan kita pun sudah menugaskan Panwascam Pasirjambu agar dilakukan penelusuran untuk kemudian dituangkan dalam laporan hasil pengawasan (LHP). Selanjutnya akan menjadi bahan kajian Bawaslu Kabupaten Bandung,” kata Hedi saat di konfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (11/11).

Hedi pun menegaskan, setelah melihat video tersebut, apa yang dilakukan oknum kepala desa tersebut, diduga melanggar Pasal 71 UU Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Pasalnya, lanjut Hedi, dalam Pasal 71 tersebut disebutkan bahwa seorang kepala desa dilarang mengampanyekan Paslon tertentu dan juga dilarang membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan Paslon tertentu.

“Apabila terbukti melanggar, maka dapat dikenai sanksi pidana dan denda sesuai pasal 188. Tunggu saja, kita masih menerima laporan hasil penelusuran Panwascam,” paparnya.

Saat di konfirmasi melalu pesan WhatsApp, oknum Kepala Desa Tenjolaya, IS mengakui bahwa orang yang ada dalam video yang sedang viral itu adalah dirinya. Ia mengakui bahwa dalam video berdurasi 33 detik tersebut dirinya mengkampanyekan salah satu Paslon.

“Betul yang ada di video adalah saya. Itu di acara undangan pas ada tamu di Ki Daus dengan rekan. Saya diminta naik ke panggung. Ya itu spontanitas saya bicara seperti itu. Itu tanggapan saya, tidak banyak yang akan saya komentari,” kata IS.

IS juga mengaku siap menerima konsekuensi jika dirinya dianggap bersalah dan melanggar aturan. “Kalau itu adalah suatu kesalahan, ya apa boleh buat bagi saya. Konsekuensinya apapun akan saya terima,” tandasnya.(sep/man)